ANAMBAS, Kepri.co.id – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, berharap kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dan Yayasan Anambas Foundation dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pembangunan daerah, khususnya dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
Harapan itu disampaikan Aneng saat penandatanganan naskah kesepahaman bersama antara Pemkab Anambas dan Anambas Foundation di Aula Prof. Dr. Zein, Kantor Bupati Kepulauan Anambas, Pasir Peti, Kamis (29/10/2026).
Dalam sambutannya, Aneng mengapresiasi potensi dukungan pendanaan yang dihimpun yayasan untuk menjalankan berbagai program di Anambas. Ia berharap dukungan tersebut dapat terus diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Kalau Rp17 miliar per tahun itu, luar biasa. Mau membangun apa pun bisa saya rasa” ujar Aneng.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan yayasan memiliki peluang besar untuk mempercepat penyelesaian sejumlah persoalan lingkungan. Salah satu bidang yang menjadi perhatian ialah pengelolaan sampah, terutama di wilayah kepulauan yang membutuhkan sistem penanganan sesuai kondisi geografis.
Pengelolaan Sampah Jadi Peluang Kolaborasi
Aneng menilai penguatan fasilitas pengolahan sampah dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung kebersihan lingkungan di berbagai wilayah Anambas. Ia juga menyampaikan gagasan mengenai pemanfaatan teknologi pengolahan sampah yang dapat membantu mengurangi timbunan sampah di darat.
Dalam sambutannya, ia mencontohkan kebutuhan fasilitas pengolahan sampah di sejumlah wilayah, termasuk Matak dan Letung. Menurutnya, pengembangan fasilitas secara bertahap dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperluas jangkauan pelayanan persampahan.
“Kalau kita bikin bank sampah, itu tidak mahal. Cuma Rp5 miliar lebih,” katanya.
Ia berharap gagasan tersebut dapat menjadi bahan pembahasan bersama untuk menentukan bentuk dukungan dan langkah pelaksanaan yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Dengan perencanaan yang matang, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sampah menjadi produk yang bernilai guna.
Anambas Foundation sendiri dalam pemaparannya menyampaikan telah mendampingi program pengelolaan sampah di 32 desa. Yayasan tersebut juga melaporkan lebih dari 1.300 ton sampah berhasil dicegah agar tidak mencemari lingkungan dan laut sejak 2018.
Capaian tersebut menjadi salah satu ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama pemerintah daerah, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat. Penyelarasan program diharapkan membantu memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan keterlibatan warga.
Kemitraan Diarahkan pada Manfaat Masyarakat
Selain pengelolaan sampah, Aneng menekankan pentingnya memastikan berbagai program yayasan memberikan kontribusi yang dapat dilihat dan dirasakan masyarakat. Ia berharap pemerintah daerah dapat terlibat dalam pemantauan kegiatan agar pelaksanaan program berjalan selaras dengan kebutuhan pembangunan.
Menurut Aneng, kunjungan lapangan bersama perangkat daerah dapat menjadi salah satu cara untuk melihat perkembangan kegiatan, terutama program yang berlangsung di darat. Langkah tersebut juga dapat memperkuat koordinasi antara yayasan dan instansi pemerintah terkait.
Ia menyampaikan bahwa keberhasilan kemitraan berpeluang menjadi pembelajaran bagi daerah lain apabila program yang dijalankan mampu memberikan hasil yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kalau keberhasilan Anambas Foundation ini berhasil membangun Anambas, pasti jadi contoh di kabupaten-kabupaten lain,” ungkapnya.
Di sisi lain, Aneng menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap kerja sama yang berorientasi pada kepentingan masyarakat dan pembangunan. Ia berharap nota kesepahaman yang telah ditandatangani menjadi landasan untuk menyusun kegiatan lanjutan, memperjelas pembagian peran, serta memperkuat koordinasi antara para pihak.
Melalui kemitraan tersebut, Pemkab Anambas dan Anambas Foundation diharapkan dapat mengoptimalkan dukungan sumber daya, pengalaman lapangan, serta keterlibatan masyarakat. Sinergi ini menjadi peluang untuk memperkuat upaya pelestarian lingkungan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas. (latep)








