Piala Dunia Muslim

F. Ilustrasi

Penulis: Suqyan Rahmat Alias Abang Mat

Peminat Sejarah dan Penggiat SosialĀ 

SAYA punya gagasan yang sudah saya pikirkan sejak lama sekali, yaitu Piala Dunia Muslim. Pagelaran sepak bola antar negara yang pesertanya khusus negara-negara Muslim. Mulai dari Maroko, Saudi, sampai Indonesia, wilayah Muslim terjauh. Pagelaran ini, tentunya membangkitkan minat semua penggemar sepak bola di semua negara Muslim bila benar-benar diadakan.

Pagelaran ini bentuknya persis seperti yang diamalkan pada Piala Eropa. Semua timnas yang lolos merupakan tim-tim yang lolos dari kualifikasi, yang diadakan sejak dua tahun sebelum pagelaran ini diselenggarakan. Jumlah semua pesertanya adalah 16 timnas. Pada babak awal kejuaran terbagi ke dalam 4 kelompok, yang setiap kelompoknya berjumlah 4 tim.

Setelah lolos dari kelompok masing-masing, juara satu kelompok A berjumpa dengan juara dua dari kelompok B dalam pertandingan perempat final. Begitu terus polanya, di silang sampai kelompok D. Kemudian semi final dan terakhir pertandingan final. Selain negara juara, pencetak gol terbanyak dan pemain terbaik sepanjang pagelaran juga akan mendapatkan penganugerahan dari FIFA.

Kejuaraan ini diadakan setiap 4 tahun sekali, dengan tuan rumah yang berganti-ganti. Syarat utama menjadi tuan rumah adalah sekurang-kurangnya mempunyai 8 stadion berijazah FIFA. Ajang besar dunia Muslim ini, idealnya mulai di selenggarakan sejak tahun 2028 dan diadakan di Saudi. Sebagai penghormatan kepada Saudi sebagai pusat Muslim sedunia.

Negara yang masuk dalam kategori negara Muslim adalah negara-negara yang berada di dalam kawasan Asia barat, Asia tengah, Asia tenggara, Asia selatan, Eropa timur, Afrika utara, dan Afrika barat. Yang kalau dijumlahkan semuanya berjumlah 57 negara. Negara Muslim maksudnya adalah negara yang warganegaranya identik dengan Muslim, atau masyarakat aslinya Muslim.

Pada tahap babak kualifikasi tentunya semua negara peserta diacak penempatannya. Dengan masing-masing kelompok memiliki peserta unggulan. Supaya pagelaran ini berjalan dengan adil dan seru. Contohnya kelompok A terdiri dari Aljazair, Bosnia, Qatar, dan Brunei. Keadaan ini tentu sangat membuat penasaran, sebab menjumpakan negara-negara Muslim dari 4 kutub yang berbeda.

Tentunya adalah sebuah tontonan yang sangat memikat hati, melihat negara seperti Albania berjumpa melawan Malaysia misalnya. Atau Kazakhstan melawan Iran dan Singapura melawan Azerbaijan. Dari sini bisa didapati semangat persaudaraan Muslim lewat permainan yang sangat dicintai ini. Pemain kelas dunia yang bermain di Inggris bisa berjumpa dengan yang bermain di Brunei.

Demikianlah gagasan saya. Ini ajang yang perlu menjadi agenda FIFA, mengingat sedikitnya jatah Asia di setiap Piala Dunia. Kantor pusat pengurusan pagelaran 4 tahunan ini bisa ditempatkan di Batam. Pagelaran ini bukan hanya bisa semakin mengakrabkan hubungan sesama negara Muslim, tapi juga sangat menguntungkan dari sisi bisnis. Pikirkanlah dan laksanakanlah. ***

Penulis adalah sosok yang menamakan ulang dirinya sebagai Abdul Mejid Al Gafar.

*) Semua isi opini ini tanggung jawab penulis, bukan sikap redaksi.