WHO: Gizi Buruk di Gaza Capai Tingkat yang Mengkhawatirkan

WHO: Gizi Buruk di Gaza Capai Tingkat yang Mengkhawatirkan
Orang-orang berunjuk rasa menuntut penghapusan semua pembatasan terhadap bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza di Sakhnin, Israel utara, pada 25 Juli 2025. (F. Xinhua/Jamal Awad)

JENEWA (Kepri.co.id – Xinhua) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan, masalah gizi buruk di Jalur Gaza kian berbahaya, ditandai dengan lonjakan kematian pada Juli 2025.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu (27/7/2025), WHO mendesak agar dilakukan upaya segera dan berkelanjutan untuk menyalurkan pasokan makanan ke Jalur Gaza, serta mempercepat pengiriman pasokan terapeutik untuk anak-anak dan kelompok rentan, juga obat-obatan dan pasokan esensial lainnya.

Menurut badan tersebut, kasus gizi buruk telah meningkat secara dramatis sejak Mei 2025. Hanya dalam dua pekan pertama Juli 2025, lebih dari 5.000 anak di bawah usia lima tahun (balita) menjalani pengobatan rawat jalan di rumah sakit akibat gizi buruk, dengan 18 persen di antaranya didiagnosis menderita gizi buruk akut parah (severe acute malnutrition/ SAM).

Sejak awal 2025 hingga saat ini, sedikitnya 74 kematian terkait gizi buruk telah dilaporkan, dengan 63 di antaranya terjadi pada Juli 2025. Angka tersebut termasuk 24 anak balita, satu anak yang lebih tua, dan 38 orang dewasa.

WHO: Gizi Buruk di Gaza Capai Tingkat yang Mengkhawatirkan
Dua anak Palestina yang mengungsi dan menderita gizi buruk serta lumpuh otak (cerebral palsy), terlihat di dalam sebuah sekolah yang dialihfungsikan menjadi tempat penampungan di Gaza City bagian barat laut pada 25 Juli 2025. (F. Xinhua/Rizek Abdeljawad)

Gaza City telah diidentifikasi sebagai wilayah yang paling parah terdampak, dengan hampir satu dari lima anak balita menderita gizi buruk akut. WHO menekankan, angka sebenarnya kemungkinan lebih tinggi akibat keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan. Selain anak-anak, banyak wanita hamil juga mengalami gizi buruk parah.

WHO juga menyoroti, lonjakan kasus rawat inap telah melampaui kapasitas empat pusat perawatan gizi buruk yang ada di Jalur Gaza. Fasilitas-fasilitas ini kehabisan bahan bakar dan persediaan medis, sementara tenaga kesehatan menghadapi kelelahan ekstrem. Kerusakan sistem air dan sanitasi mempercepat penyebaran penyakit, menciptakan siklus berbahaya antara penyakit dan kematian.

Selain itu, keluarga-keluarga terpaksa mencari makanan dalam kondisi berbahaya dan kacau. Sejak 27 Mei, lebih dari 1.060 orang tewas dan 7.200 orang terluka saat berusaha mendapatkan makanan. (hen/ xinhua-news.com)

 

Foto yang diabadikan pada 21 Mei 2023 ini menampilkan logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan kantor pusat WHO di belakangnya di Jenewa, Swiss. (F. Xinhua/Lian Yi)

 

BERITA TERKAIT:

Kanada Kecam Israel atas Bencana Kemanusiaan di Gaza

Belanda Akan Ambil Tindakan jika Israel Langgar Kesepakatan Akses Bantuan ke Gaza

Prancis akan Resmi Akui Negara Palestina Dalam Sidang Majelis Umum PBB Mendatang

47 Warga Palestina Luka-luka Akibat Tembakan Israel saat Distribusi Bantuan

Kelaparan di Gaza Semakin Parah saat Kelangkaan Pangan Memburuk dan Bantuan Menyusut