LOS ANGELES (Kepri.co.id – Xinhua) – Ribuan pasukan dan polisi Amerika Serikat (AS) hingga Senin (9/6/2025), masih bersiaga mengelilingi sekelompok kecil demonstran yang menggelar aksi unjuk rasa damai di pusat kota Los Angeles, menyusul konfrontasi yang terjadi selama berjam-jam.
Dalam beberapa hari terakhir, petugas pemerintahan AS memfokuskan upaya mereka di kota-kota besar di AS yang mayoritas pendukung Partai Demokrat, termasuk Los Angeles, Chicago, dan New York City.
Awalnya, aksi unjuk rasa digelar untuk menanggapi operasi penegakan imigrasi. Ketegangan antara pengunjuk rasa dan penegak hukum meningkat pada Jumat (6/6/2025), ketika beberapa pengunjuk rasa melakukan pelemparan ke arah polisi, sehingga aparat membalas dengan tembakan gas air mata dan bom flashbang.
Merespons eskalasi ketegangan tersebut, Presiden AS Donald Trump memerintahkan pengerahan 2.000 personel Garda Nasional pada Sabtu (7/6/2025).
Namun, aksi unjuk rasa justru makin meningkat pada Minggu (8/6/2025), dengan jumlah massa yang semakin banyak dan konfrontasi yang kian memanas antara pengunjuk rasa dan aparat penegak hukum. (hen/ xinhua-news.com)











