JAKARTA (Kepri.co.id) – Sejak kehadiran perdana QJMotor di Indonesia awal tahun 2025 ini, QJMotor menegaskan komitmen mereka terus melakukan ekspansi di Indonesia melalui perluasan jaringan diler, yang kini telah menjangkau hingga luar Pulau Jawa, dan pembangunan pabrik lokal.
Merek sepeda motor premium asal China itu. resmi masuk ke pasar Indonesia pada Februari 2025 lalu dengan memperkenalkan empat model flagship di segmen motor sport, cruiser, dan skuter matik (skutik).
Meski baru beberapa bulan di Indonesia, perusahaan tersebut telah mengoperasikan sembilan jaringan diler, termasuk yang baru diresmikan pada awal pekan ini di Bali, sebagai diler pertama di luar Pulau Jawa. Jaringan ini tidak hanya melayani penjualan, tetapi juga menyediakan layanan purna jual dan suku cadang.
“Ke depan, QJMotor Indonesia akan terus memperluas jangkauan dan mempererat hubungan dengan komunitas, serta konsumen di berbagai kota melalui jaringan diler resmi,” ungkap PT QJMotor Industry Indonesia, seperti dikutip dari keterangan resminya belum lama ini.
Selama bertahun-tahun, QJMotor menjadi salah satu pemain utama di pasar China untuk segmen sepeda motor di atas 250 cc. Zhejiang Qianjiang Motorcycle, sebagai induk QJMotor, melihat peluang besar pasar sepeda motor roda dua di Indonesia yang terus berkembang.
Ini diperkuat dengan fakta, Indonesia masih menjadi yang terbesar di Asia Tenggara dengan penjualan sepeda motor mencapai 6,3 juta unit tahun 2024 lalu.
Di sisi lain, perusahaan itu menyebut pasar di Indonesia dinamis dengan karakteristik konsumen yang tidak hanya membeli motor sebagai kendaraan, tetapi juga sebagai identitas dan gaya hidup.
Karena itu, QJMotor hadir di Indonesia membawa lini produk yang beragam, mulai dari termurah untuk model skutik tipe Fort 250 seharga Rp49,9 juta hingga termahal untuk motor sport tipe SRK 800 RR seharga Rp249,9 juta untuk wilayah Jakarta.
Selain berinvestasi di jaringan diler, QJMotor juga sedang membangun pabrik perakitan lokal yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, untuk mempercepat produksi dan distribusi, memperkuat daya saing di pasar lokal, serta menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar.
Fasilitas seluas 7.000 meter persegi ini, ditargetkan beroperasi pada paruh kedua tahun 2025 ini. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Produsen Mobil China Tunjukkan Dominasi di Pameran Otomotif Terbesar di Indonesia
Raksasa Ban Asal China Resmi Operasikan Pabrik Baru di Kendal, Jawa Tengah
Merek China Dominasi Pasar EV Indonesia pada Agustus 2024







