ANTALYA (Kepri.co.id – Xinhua) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki, Hakan Fidan dan Menlu Rusia, Sergey Lavrov melangsungkan pertemuan pada Sabtu (12/4/2025) untuk membahas konflik Ukraina dan keamanan pelayaran di Laut Hitam.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Antalya, Turki. (XHTV)
Kedua menlu bertemu di kota pesisir selatan Turki, Antalya, di sela-sela Forum Diplomasi Antalya (Antalya Diplomacy Forum), seperti dilansir kantor berita semiresmi Anadolu Agency.
Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri meninjau hubungan Turki-Rusia dan menjajaki peluang kerja sama lebih lanjut, khususnya di sektor energi.
Panel diskusi tersebut juga berfokus pada upaya memastikan pelayaran yang aman di Laut Hitam. Topik ini menjadi semakin penting di tengah situasi ketegangan regional saat ini. Kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai konflik Rusia-Ukraina yang masih berlangsung, termasuk upaya mencapai gencatan senjata, menurut sejumlah sumber.
Akhir Maret 2025 lalu, Kremlin menyatakan Rusia dan Amerika Serikat, sebagai mediator antara Moskow dan Kiev, telah sepakat memastikan implementasi inisiatif Laut Hitam, dengan syarat sanksi terhadap perdagangan produk pertanian dan pangan Rusia dicabut.
Rusia dan Ukraina secara terpisah menandatangani dokumen Inisiatif Gandum Laut Hitam di Istanbul pada Juli 2022 dengan Turki dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang menjamin kelancaran ekspor gandum Ukraina dan produk pertanian lainnya dari pelabuhan-pelabuhan di Laut Hitam.
Sebagai perjanjian paralel, Rusia dan PBB menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang fasilitasi ekspor pangan dan pupuk Rusia.
Pada 17 Juli 2023, Rusia menangguhkan partisipasinya dalam kesepakatan Laut Hitam, dengan alasan belum terpenuhi komitmen terhadap bagian Rusia.
Menurut Anadolu, situasi di Suriah dan perkembangan terbaru di Jalur Gaza juga dibahas dalam pembicaraan antara kedua menlu tersebut. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Berkunjung ke Situs Bersejarah Terkenal di Antalya, Turki
Menlu Rusia Sebut Moskow Bersikap Realistis Terkait Krisis Ukraina
Blinken Akui AS Kirim Senjata ke Ukraina Sebelum Konflik Dimulai
Pasukan Rusia Cegat dan Hancurkan 144 Drone Ukraina di Atas Sembilan Wilayah Rusia







