YERUSALEM (Kepri.co.id – Xinhua) – Lalu lintas penumpang di Bandar Udara (Bandara) Internasional Ben Gurion Israel anjlok 34 persen tahun 2024 dibandingkan tahun 2023 lalu, menurut siaran pers yang dirilis Otoritas Bandara Israel (Israel Airports Authority/ IAA) pada Senin (30/12/2024).
IAA mengatakan, sebanyak 13,8 juta penumpang dalam 84.100 penerbangan internasional melewati bandara tersebut tahun 2024 ini, turun dari 21 juta penumpang dalam 144.869 penerbangan tahun 2023.
Baca Juga: Melihat Suasana Desa di Israel Utara Pascaserangan Roket Hizbullah
Penurunan tajam tersebut disebabkan pecahnya konflik Israel-Palestina yang masih terus berlangsung sejak 7 Oktober 2024 lalu, membuat banyak maskapai asing mengurangi atau menangguhkan operasi mereka di Israel.
Hanya 20 maskapai penerbangan asing yang masih beroperasi di Israel, yang melanjutkan penerbangan ke-50 destinasi, imbuh IAA.
Baca Juga: Israel Lancarkan Serangan Udara Intens ke Sanaa dan Sejumlah Pelabuhan di Yaman
Menurut pernyataan itu, penurunan penerbangan asing ke Israel, menyebabkan kerugian operasional sebesar 105 juta Shekel (1 Shekel = Rp4.417) bagi IAA dalam tiga kuartal pertama tahun 2024 ini.
Pendapatan IAA dalam sembilan bulan pertama, turun 35 persen menjadi 2,22 miliar Shekel, kata laporan itu. (amr/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Warga Palestina yang Tewas Akibat Serangan Israel di Gaza Tembus 43.000 Jiwa
Gelar Sesi Darurat, Dewan Liga Arab Bahas Ancaman Israel terhadap Irak







