Hamas Konfirmasi Kematian Yahya Sinwar

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 1 Mei 2017 ini, memperlihatkan Yahya Sinwar (depan) di Gaza City. (F. Xinhua/Wissam Nassar)

GAZA (Kepri.co.id – Xinhua) – Hamas pada Jumat (18/10/2024) mengonfirmasi kematian pemimpinnya, Yahya Sinwar, tanpa memberikan rincian tentang bagaimana Sinwar meninggal atau siapa yang akan menjadi penggantinya.

Menurut pernyataan Hamas, para sandera di Jalur Gaza “tidak akan kembali kecuali agresi terhadap Gaza dihentikan, penarikan (pasukan Israel) dari Gaza, dan tahanan heroik kami dibebaskan dari penjara pendudukan.”

Baca Juga: Penderitaan Keluarga Palestina di Jalur Gaza Berlanjut, Akibat Serangan Tanpa Henti Israel

Sementara itu, Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, mengatakan dalam sebuah pernyataan, perlawanan “akan terus berlanjut dan meningkat hingga tujuan sah rakyat kami tercapai.”

Panglima militer Israel, Herzi Halevi (tengah) melakukan inspeksi di dekat lokasi tempat pemimpin Hamas, Yahya Sinwar tewas di Jalur Gaza pada 17 Oktober 2024. (F. Xinhua/Pasukan Pertahanan Israel)

Pada Jumat (18/10/2024) yang sama, Khalil Al-Hayya, Wakil Kepala Hamas di Gaza, berduka atas kematian Sinwar dalam pidato yang disiarkan di televisi.

Menyebut kematian Sinwar sebagai inspirasi bagi generasi baru yang akan melawan “pendudukan” Israel dan membebaskan wilayah Palestina, Al-Hayya mengatakan, Hamas menunda pembebasan sandera Israel di Gaza.

Baca Juga: Iran Gelar Upacara Pemakaman Komandan Senior IRGC yang Tewas Dalam Serangan Israel

“Bagi mereka yang menangisi nasib para sandera Israel, kami tidak akan pernah membebaskan mereka tanpa mengakhiri perang, mencapai (kesepakatan) pertukaran tahanan, dan mengakhiri blokade Israel di Gaza,” ujarnya.

Pada Kamis (17/10/2024) malam waktu setempat, dalam sebuah pernyataan bersama, Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/ IDF) dan Badan Keamanan Israel mengonfirmasi, Sinwar tewas dalam serangan Israel di Gaza selatan pada Rabu (16/10/2024).

Baca Juga: Mengungkap Peran Amerika dalam Eskalasi Konflik Gaza (Bagian 1)

Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Hamas di Jalur Gaza, membalas serangan Hamas di perbatasan Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang mengakibatkan 1.200 orang tewas dan sekitar 250 lainnya disandera.

Baca Juga: Mengungkap Peran Amerika dalam Eskalasi Konflik Gaza (Bagian 2-Habis)

Warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel yang terus berlanjut di Gaza bertambah menjadi 42.500 orang, menurut otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza dalam sebuah pernyataan pada Jumat. (amr/ xinhua-news.com)