Naik Lagi Jumlah Warga Rempang Bergeser ke Hunian Sementara Jadi 189 KK

Naik Lagi Jumlah Warga Rempang Bergerser ke Hunian Sementara Jadi 189 KK
Aparatur negara dari unsur TNI/ Polri turut membantu warga terdampak pengembangan Rempang Eco-City, begeser ke hunian sementara, Kamis (29/8/2024).. (F. rud)

BATAM (Kepri.co.id)Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali memfasilitasi pergeseran terhadap dua kepala keluarga (KK), yang terdampak pembangunan Rempang Eco-City asal Desa Sei Raya, Kamis (29/8/2024).

Jumlah tersebut menambah total warga Rempang yang telah bergeser ke hunian sementara, menjadi sebanyak 189 KK.

Baca Juga: Perlahan Membuka Diri, Dua KK Terdampak Pengembangan Rempang Eco-City Bergeser

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, keputusan warga bergeser merupakan bentuk dukungan terhadap realisasi proyek Rempang Eco-City.

Dengan harapan, pengembangan Kawasan Rempang sebagai mesin ekonomi baru di Indonesia, mampu memberikan kesejahteraan terhadap masyarakat tempatan.

Baca Juga: Rudi Ingatkan Kontraktor, Rumah Warga Rempang Diselesaikan Tepat Waktu

“Pada prinsipnya, BP Batam akan terus berupaya maksimal, agar proyek ini bisa berjalan maksimal,” ujar Tuty, panggilan akra Ariastuty Sirait.

Tuty menegaskan, BP Batam menjamin hak warga yang telah bergeser ke hunian sementara.

Di mana, pihaknya akan memberikan biaya santunan sewa rumah sebesar Rp1,2 juta untuk tiap KK.

Baca Juga: Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Lewat PSN Rempang Eco-City

Di samping itu, BP Batam juga memberikan santunan biaya hidup senilai Rp1,2 juta per jiwa.

“Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu khawatir terkait hak mereka. Sesuai arahan Kepala BP Batam, Bapak Muhammad Rudi, hak-hak masyarakat jangan sampai terabaikan,” tambahnya.

Sementara, warga Desa Sei Raya, Alowadodo, mendukung penuh rencana investasi di Kawasan Rempang.

Menurutnya, proyek strategis nasional (PSN) ini, dapat memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah dan masyarakat.

Baca Juga: BP dan Pemko Formulasikan Kesejahteraan Masyarakat Terdampak Rempang Eco-City

“Kita harus mendukung. Untuk masyarakat yang lain, saya berharap juga, dapat mendukung kebijakan pemerintah yang ingin memajukan daerah kita,” ujarnya.

Ia merasa bersyukur, pemerintah melalui BP Batam telah memberikan perhatian terhadap seluruh warga yang terdampak pengembangan Rempang.

“Kami bersyukur, pemerintah sudah memberikan fasilitas seperti biaya hidup dan uang sewa rumah. Sehingga, makin menambah keyakinan kami bergeser mendukung proyek strategis nasional pengembangan Rempang Eco-City,” pungkasnya. (hen)