BATAM (Kepri.co.id) – Badan Pengusahaan (BP) Batam memfasilitasi pergeseran dua kepala keluarga (KK) terdampak pembangunan Rempang Eco-City asal Desa Pasir Merah, Sembulang, Selasa (23/7/2024).
Jumlah tersebut menambah total warga Rempang yang telah bergeser ke hunian sementara, menjadi sebanyak 148 KK.
Baca Juga: BP Libatkan Pemko dan PT Makmur Elok Graha Bahas Rempang Eco-City
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan, warga yang terdampak rencana investasi Rempang Eco-City perlahan mulai membuka diri.
Hal ini tentu tidak terlepas dari upaya BP Batam, yang selalu mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis terhadap warga.
Dengan harapan, program strategis nasional (PSN) ini mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat.
“BP Batam berkomitmen menyelesaikan program Rempang Eco-City. Pemenuhan kebutuhan infrastruktur dasar di Rempang menjadi atensi kami, agar rencana investasi ini bisa berjalan maksimal,” ujar Tuty, panggilan akrabnya.
Di samping itu, Tuty menyampaikan, pemenuhan hak warga pun menjadi prioritas BP Batam mendukung percepatan investasi di Rempang.
Sehingga, tidak ada hak masyarakat yang terabaikan saat investasi berjalan.
Baca Juga: Menko Airlangga Pimpin Rakor Penyelesaian PSN Rempang Eco-City
“Beberapa langkah strategis telah dibahas, dalam beberapa rapat koordinasi bersama instansi terkait. Kami berharap, realisasi investasi ini dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan seluruh komponen masyarakat,” tambahnya.
Hingga saat ini, jumlah warga yang siap bergeser sebanyak 405 KK. Sedangkan warga yang telah berkonsultasi terkait hak-hak masyarakat dalam realisasi pembangunan, berjumlah 655 KK.
“Sejumlah tahapan masih terus berlangsung, termasuk pendataan dan verifikasi warga terdampak. BP Batam mengimbau, agar masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi isu yang dihembuskan oknum tidak bertanggung jawab,” pesan Tuty.
Terkait tahapan pergeseran, Tuty menyebut, BP Batam terus berupaya maksimal memfasilitasi perpindahan warga ke hunian sementara.
Seperti yang terjadi dua hari lalu, saat tim membantu pergeseran warga Pasir Panjang yang sedang dalam kondisi sakit.
“Tim sudah komitmen, pergeseran terhadap warga akan terus maksimal. Jadi, tidak ada yang terabaikan,” pungkas Tuty. (hen)







