Ansar Sorot Short Term Visa Dalam Kepri Tourism Forum 2024

Gembok yang digantungkan pasangan wisatawan sebagai simbol ikatan cinta sebelum Covid-19 di Lagoi Bay Bintan, yang difoto pada Jumat (9/8/2024) lalu, sudah mulai berkarat. Setelah "badai" pandemi Covid-19 berlalu, wisatawan belum datang melihat gembok mereka atau mengganti gembok cinta mereka yang telah berkarat itu. (F. asa)

BATAM (Kepri.co.id) – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyorot short term visa segera diberlakukan oleh pemerintah pusat, untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kepri.

Hal itu diutarakan Ansar, saat
menghadiri sekaligus berdiskusi dalam kegiatan Kepri Tourism Forum 2024 yang diselenggarakan di Ballroom Aston Batam Hotel & Residence, Pelita Kota Batam, Kamis (22/8/2024).

Baca Juga: Sandiaga Berharap Regulasi Short Term Visa di Kepri Diterapkan Sebelum Akhir Jabatannya

Menurut Ansar, salah satu bentuk keseriusan yang terus dilakukan, dengan meminta pemerintah pusat segera menerapkan kebijakan short term visa yang mudah, murah, dan menarik.

Ansar Sorot Short Term Visa Dalam Kepri Tourism Forum 2024
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad berbincang dengan Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Made Ayu Martini pada Kepri Tourism Forum 2024 di Ballroom Aston Batam Hotel & Residence, Pelita Kota Batam, Kamis (22/8/2024). (F. zek)

“Bila short term visa ini sudah diberlakukan, ekosistem pariwisata Kepri akan semakin kompetitif sebagai destinasi border tourism,” ungkapnya.

Kepri Tourism Forum dimaksudkan sebagai wadah mendukung berbagai program, kegiatan, dan kebijakan pariwisata di Kepri, kali ini dihadiri seluruh unsur pentahelix dan pelaku pariwisata yang ada di Kepri.

“Kita berharap Kepri Tourism Forum 2024 yang kita laksanakan ini, bisa menjadi titik fokus pengembangan pariwisata di Kepulauan Riau,” ujar Ansar.

Baca Juga: Ansar Berharap Pusat Setujui Short Term Visa Diterapkan di Kepri

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, kata Ansar, sangat serius mendorong potensi pariwisata yang ada, agar destinasi wisata yang dimiliki semakin menarik dikunjungi wisatawan mancanegara.

Provinsi Kepri, tambah Ansar, juga terus menggelar berbagai event dan promosi pariwisata, baik berskala internasional maupun nasional dengan menggandeng seluruh pemangku kepentingan yang ada.

“Mengingat banyaknya event pariwisata yang dilaksanakan, pastinya akan mendukung pencapaian target kunjungan wisata ke Kepri,” ujarnya lagi.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Made Ayu Martini, menjelaskan, situasi pariwisata dunia saat ini telah kembali normal pasca pandemi Covid-19, meski belum mencapai 100 persen.

“Kondisi ini harus bisa kita manfaatkan, untuk kembali membangkitkan kunjungan pariwisata. Meski berbicara tentang menggerakkan sektor pariwisata, banyak tantangan yang harus digarap secara lintas sektor, lintas aktor, dan lintas koridor,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Guntur Sakti, mengungkapkan, empat isu strategis yang dapat mendorong berkembangnya pariwisata di Kepri.

Pertama, pemberlakuan short term visa kunjungan yang murah dan mudah.

Kedua, masih mahalnya tarif transportasi baik udara maupun laut, yang secara langsung berpengaruh pada tingkat kunjungan wisatawan ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kepri sebagai pintu masuk kedatangan.

Ketiga, kita tengah membahas skema kerja sama regional special border treatment, saling mempromosikan potensi pariwisata kedua belah pihak, dalam hal ini dengan Negeri Johor Baru, Malaysia,” ujar Guntur.

Baca Juga: Kebijakan Bebas Visa Tingkatkan Kunjungan wisatawan China ke Malaysia Hampir 200 Persen

Keempat, Dinas Pariwisata Pemprov Kepri tengah menyusun rencana induk kepariwisataan di Kepri, yang akan menyempurnakan berbagai program, kegiatan, dan kebijakan pariwisata di Kepulauan Riau. (hen)