Direktur CAI Sayangkan Pilwako Batam Lawan Kotak Kosong

Direktur Eksekutif Central Axis of Indonesia, Umar Faruq. (F. rud)

BATAM (Kepri.co.id) – Pasca ke luarnya Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nomor 629.5.6/SKEP/DPP-PKS/2024 yang memberikan rekomendasi kepada Amsakar Achmad sebagai bakal calon (balon) Walikota Batam dan Li Claudia Chandra sebagai balon Wakil Walikota Batam, sudah hampir dipastikan pemilihan Walikota (Pilwako) Batam, akan melawan kotak kosong.

Pasalnya, pasangan Amsakar Achmad – Li Claudia Chandra telah memborong partai-partai yang memiliki kursi di DPRD Batam, minus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Baca Juga: Bergerak Seluruh Indonesia, Barisan Nasional Santri Siap Menangkan Ganjar-Mahfud

Terkait Surat Keputusan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nomor 629.5.6/SKEP/DPP-PKS/2024 tersebut, dibenarkan Ketua Majelis Pertimbangan PKS Kota Batam, Prijanto Rabbani.

Ditanya alasan PKS memberikan rekomendasi kepada Amsakar Achmad – Li Claudia Chandra, Prijanto menjawab diplomatis.

“Secara strategis, kami berharap ada pasangan lebih dari satu dalam Pilwako Batam, sehingga publik bisa dan mempunyai pilihan-pilihan,” ujar Prijanto.

Namun, lanjut Prijanto, realitas politik kadang tidak sesuai dengan harapan tersebut.

“Itulah realitas politik saat ini di Kota Batam,” aku Prijanto.

Pasca dikeluarkannya SK DPP PKS tersebut, lanjut Prijanto, tugas PKS Kota Batam melaksanakan keputusan tersebut.

Baca Juga: PKS Duet Maut Reses di Perumahan Marbella Batam Centre

Sementara itu, Direktur Eksekutif Central Axis of Indonesia (CAI), Umar Faruq, menyanyangkan Pilwako Batam melawan kotak kosong.

“Semua partai yang ada di Kota Batam mengusung satu calon, adalah kegagalan dari tokoh lokal Kota Batam,” ujar Gus Far sapaan Umar Faruq kepada Kepri.co.id, Selasa (30/7/2024).

Kotak kosong dalam pilwako, masih Gus Far, mengindikasikan cara-cara oligarki politik meraih kekuasaan.

Menurut Gus Far dengan nada kecewa, harus dilawan oleh segenap lapisan masyarakat baik agamawan maupun penggiat politisi, penggiat lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta ormas-ormas.

Menurut Gus Far lagi, melawan kotak kosong pilwako adalah suatu cara-cara yang tidak berpaham tentang kenegaraan.

“Pada hakikatnya demokrasi adalah demokrasi terpimpin yaitu melalui Pemilu secara demokratis, dengan cara konsekuensi antara lawan satu dan lainnya,” kata Gus Far.

Gus Far, menegaskan, pihaknya menolak dengan tegas Pilwako Batam melawan kotak kosong yang akan digelar pada Rabu (27/11/2024).

Menurut Gus Far, pria yang aktif di berbagai organisasi nasional ini, kotak kosong adalah pembodohan terhadap masyarakat, khususnya kalangan orang-orang terdidik yang ada di Kota Batam karena Kota Batam adalah Bandar Dunia Madani. (asa)