Polda Kepri dan Sahli Kapolri Sosialisasi Penggunaan Media Sosial Dukung Kinerja Polri

Sahli Kapolri Bidang Sosial Budaya, Irjen Pol Drs Hendro Pandowo MSi (tiga kanan) pada pembukaan sosialisasi penggunaan media sosial dalam mendukung kinerja Polri di Gedung Lancang Kuning (GLK) Polda Kepri, Rabu (29/5/2024). (F. asa/ polda kepri)

BATAM (Kepri.co.id) – Polda Kepri dan Staf Ahli (Sahli) Kapolri, melaksanakan sosialisasi penggunaan media sosial dalam mendukung kinerja Polri di Gedung Lancang Kuning (GLK) Polda Kepri, Rabu (29/5/2024).

Kegiatan ini dihadiri Sahli Kapolri Bidang Sosial Budaya, Irjen Pol Drs Hendro Pandowo MSi; Kepala Biro Multimedia Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Gatot Repli Handoko SIK; Penasihat Ahli Kapolri Bidang Media Sosial, Rustika Herlambang.

Penasihat Ahli Kapolri Bidang Media Sosial, Rustika Herlambang menyampaikan materi sosialisasi penggunaan media sosial dalam mendukung kinerja Polri di Gedung Lancang Kuning (GLK) Polda Kepri, Rabu (29/5/2024). (F. asa/ polda kepri)

Ikuti Rakernis Humas Polri, Media Sosial Perluas Interaksi Sosial

Kemudian Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Asep Safrudin SIK MH; Penata Kebijakan Polri Madya TK III Sahli Kapolri, Kombes Pol Dony Eka Putra SIK MH; Irwasda Polda Kepri, Kombes Pol Sri Satyatama SIK MH MM MHan; PJU Polda Kepri, Penata Tingkat I Victor Wales SE, dan seluruh peserta yang hadir baik langsung maupun secara daring.

Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Asep Safrudin SIK MH, menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas pelaksanaan sosialisasi pemahaman penggunaan media sosial di wilayah hukum Polda Kepri.

Wakapolda Kepri, Brigjen Pol Asep Safrudin SIK MH. (F. asa/ polda kepri)

Media sosial merupakan sarana digital, yang memfasilitasi penggunanya untuk saling berinteraksi, melakukan aktivitas sosial, membagikan konten berupa tulisan, foto, video, dan sekaligus menjadi sarana bersosialisasi satu sama lain tanpa dibatasi ruang dan waktu.

“Era digital yang semakin berkembang pesat, media sosial telah menjadi salah satu platform utama di mana informasi dan berita, dapat dengan mudah menyebar ke berbagai lapisan masyarakat,” ujar Wakapolda Kepri.

Media sosial, lanjut Wakapolda, telah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian saat ini. Bahkan, media sosial telah berperan sebagai alat kontrol sosial dan politik, sehingga membuat kepolisian lebih berhati-hati menyikapi sentimen-sentimen publik yang beredar di media.

Hindari Konflik Sosial, Bahas Sisi Negatif Informasi Hoax di Media Sosial

Kurangnya pemahaman akan penggunaan media sosial, akan memberikan dampak negatif terhadap citra Polri. Sebaliknya, pemahaman yang baik akan penggunaan media sosial akan mampu meningkatkan citra Polri di masyarakat.

“Untuk itu, saya berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan ini sungguh-sungguh. Materi yang akan disampaikan tim bisa dipahami, dijabarkan dan diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan, guna memberikan berita-berita yang positif dibaca dan dilihat masyarakat khusunya daerah Kepri,” ungkap Wakapolda.

Kemudian Sahli Kapolri Bidang Sosial Budaya, Irjen Pol Drs Hendro Pandowo MSi membacakan sambutan Kapolri, Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi, mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Kepri beserta jajaran, atas terselenggaranya sosialisasi pemahaman penggunaan media sosial, memiliki dampak besar bagi seluruh penggunanya.

Arus informasi yang begitu deras, menuntut masyarakat menjadi kritis dan mampu menilai, menyaring, serta menelaah sejauh mana kebenaran dan keakuratan informasi tersebut. Hal ini, agar masyarakat tidak termakan berita atau informasi bohong (hoax) yang tersebar.

Menyadari hal ini, Polri memanfaatkan perkembangan teknologi media sosial dan media online, menyebarkan pesan-pesan Kamtibmas terkait kepolisian itu sendiri.

Terlebih tugas menjaga Kamtibmas di media digital, sangat perlu dilakukan dengan memberitakan kegiatan kepolisian baik itu melalui narasi ataupun konten.

Cegah Berita Hoaks, Polda dan PWI Kepri Gelar FGD Saring Sebelum Share

Polri harus mampu menyesuaikan strategi memberikan literasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat yang bersifat aktual dan faktual, serta penggunaan media sosial harus bijak dan bertanggung jawab. Setiap individu memiliki peran penting menjaga ekosistem digital yang sehat dan kondusif.

“Di era digital yang terus berkembang pesat ini, diperlukan pemberian literasi, informasi dan edukasi, dan pemahaman penggunaan media sosial kepada internal Polri dan masyarakat secara masif dan berkala,” jelas Sahli Kapolri Bidang Sosial Budaya, Irjen Pol Drs Hendro Pandowo MSi.

Irjen Pol Pandowo, menekankan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian. Seperti sinergisitas dan soliditas antar institusi, membangun persepsi positif terhadap Polri dengan narasi: Polri yang tegas, humanis, dan merakyat.

“Serta mengajak seluruh anggota Polri mencintai institusi, dengan tidak melakukan pelanggaran. Kelola media sosial dan sampaikan informasi ke publik terkait kinerja Polri yang positif, humanis, berprestasi, serta menciptakan kedekatan masyarakat/ netizen membangun kepercayaan masyarakat mewujudkan Kambtibmas yang aman dan damai,” tutup Irjen Pandowo.

Acara dilanjutkan penyampaian materi oleh Kepala Biro Multimedia Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Gatot Repli Handoko SIK dan Penasihat Ahli Kapolri Bidang Media Sosial, Rustika Herlambang dan sesi tanya jawab. Setelah itu, foto bersama dan pemberian cindra mata.

Terakhir, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, menambahkan, masyarakat yang ingin mengadukan atau melihat peta kerawanan serta memerlukan bantuan kepolisian, dapat menghubungi Call Center Polisi 110 atau mengunduh aplikasi Polri Super Apps di Googleplay/ APP Store. (asa)