KemenKop UKM, Hippindo, dan Investor China Jajaki Kerja Sama Pengembangan UMKM

Para perwakilan dari KemenKop UKM RI, Hippindo, dan delegasi The Changsha E-Commerce Association berfoto bersama dalam pertemuan yang diadakan di Jakarta untuk menjajaki peluang kerja sama pengembangan UMKM di Indonesia, Senin (27/5/2024). (Sumber: Humas KemenKop UKM).

JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua) – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenKop UKM) Republik Indonesia (RI) bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) serta delegasi investor China yang tergabung dalam The Changsha E-Commerce Association, melakukan penjajakan kerja sama mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis teknologi.

“Saya berharap dalam pertemuan ini, akan ada peluang kerja sama Indonesia dan China dalam pemberdayaan UMKM, khususnya melalui teknologi, untuk mendorong pertumbuhan dan pembangunan ekonomi,” kata Staf Ahli KemenKop UKM, Herbert Siagian menerima delegasi The Changsha E-Commerce Association di Jakarta, Senin (27/5/2024).

Pemerintah Indonesia menginginkan UMKM di Indonesia terus maju. Salah satu bentuk dukungan yang telah diberikan, yakni program belanja lokal yang mewajibkan pengadaan barang pemerintah dipenuhi produsen lokal dan dilakukan melalui platform digital e-katalog.

Bukan hanya pelaku usaha lokal, Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah, menjelaskan, The Changsha E-Commerce Association juga bisa ikut memanfaatkan program belanja lokal pemerintah selama mereka berinvestasi dan mendirikan usaha di Indonesia, serta mampu memenuhi persyaratan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

“Kita butuh vendor dan butuh pabriknya untuk memenuhi pasar domestik, dan ke depan bisa diekspor. Kita tahu pasar domestik kita sangat besar. Jika mampu memenuhi TKDN, itu peluangnya luar biasa besar,” ujar Budihardjo.

Sementara itu Presiden The Changsha E-Commerce Association, Wang Yingping, mengapresiasi inisiatif dari KemenKop UKM dan Hippindo yang akan melakukan kerja sama dan bersinergi secara bisnis.

Menurutnya, hal ini menjadi salah satu peluang yang baik bagi pelaku bisnis di China, untuk lebih memaksimalkan pertumbuhannya.

“Anggota kami ada lebih dari 300 terdiri dari berbagai sektor. Kedatangan kami ke sini, melakukan konsultasi kebijakan, saling belajar, saling mengenal, dan menggali potensi yang ada,” kata Wang. (asa/ xinhua-news.com)