BEIJING (Kepri.co.id – Xinhua) – Produsen otomotif Amerika Serikat (AS), Tesla pada Kamis (23/5/2024) melakukan upacara peletakan batu pertama megafactory-nya di Shanghai, yang akan memproduksi baterai penyimpanan energi Megapack.
Langkah ini diambil, di tengah pertumbuhan pesat industri penyimpanan energi baru di China, yang didukung komitmen negara itu mengembangkan ekonomi hijau dan energi terbarukan.
Pabrik Baterai “Tonggak Sejarah” Tesla di Shanghai Mulai Dibangun
Di saat China berusaha keras mencapai target karbon ganda, negara itu dengan giat mengembangkan ekonomi hijau, dengan energi terbarukan sebagai salah satu mesin penggeraknya, yang memicu permintaan kuat bagi industri penyimpanan energi baru.
Laporan kerja pemerintah China tahun ini, menjadikan pengembangan industri penyimpanan energi baru sebagai salah satu langkah memajukan pembangunan hijau dan rendah karbon.
Penyimpanan energi baru mengacu pada teknologi penyimpanan energi, selain penyimpanan pompa konvensional. Teknologi ini menawarkan keunggulan seperti masa konstruksi yang singkat, layout yang fleksibel, dan respons cepat.
Sistem penyimpanan energi ini mengisi daya. ketika tenaga angin atau tenaga fotovoltaik menghasilkan listrik dalam jumlah besar, atau ketika konsumsi daya berada di level rendah, dan menyalurkan daya dalam kondisi sebaliknya.
Sistem ini dapat memperlancar output yang tidak stabil dari tenaga fotovoltaik atau tenaga angin, untuk meningkatkan proporsi energi terbarukan dalam jaringan, berperan penting dalam penggunaan energi terbarukan secara massal.
PASAR YANG LUAS
Sektor energi terbarukan di China, telah mempertahankan pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Data terbaru dari Administrasi Energi Nasional China, mencatat, pada kuartal pertama (Q1) tahun ini, kapasitas terpasang baru untuk energi terbarukan di negara itu mencapai 63,67 juta kW, menandai peningkatan tahunan (year on year/ yoy) sebesar 34 persen.
Output Baterai Lithium-ion China Naik 15 Persen Periode Januari-Februari
Pada periode yang sama, energi terbarukan yang dihasilkan di negara itu mencapai 687,5 miliar kWh, meliputi 30,7 persen dari total produksi listrik.
Peningkatan pesat untuk produksi energi terbarukan ini, telah menciptakan permintaan pasar yang tinggi untuk fasilitas penyimpanan energi. Hingga akhir Q1 tahun 2024, kapasitas terpasang kumulatif dari proyek-proyek penyimpanan energi baru di China mencapai 35,3 juta kW. Ini menandai peningkatan sebesar lebih dari 12 persen, dibandingkan akhir tahun 2023 dan peningkatan sebesar 210 persen lebih secara tahunan (yoy).
Menurut laporan yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Aliansi Penyimpanan Energi China (China Energy Storage Alliance), kapasitas terpasang baru global untuk penyimpanan energi baru mencapai rekor tertinggi, yaitu 45,6 juta kW pada 2023. China, Eropa, dan AS terus memimpin pasar global di sektor ini.
Kapasitas terpasang baru negara-negara itu tahun 2023 mencapai 88 persen dari total global, dengan China menyumbangkan hampir 50 persen.
Saat berkomentar soal pasar energi baru di China, Wakil Presiden Tesla, Tao Lin, mengungkapkan, China memiliki potensi pasar yang besar dan rantai industri yang lengkap.
NETA Resmi Luncurkan Mobil Listrik Produksi Lokal Indonesia Seharga Rp299 Juta
Setelah upacara peletakan batu pertama pada Kamis (23/5/2024), Tesla menandatangani kesepakatan dengan Shanghai Lingang Economic Development (Group) Co., Ltd., mengamankan batch pesanan pertama untuk produk Megapack di China.
INOVASI TEKNOLOGI
Produk Megapack Tesla, merupakan perangkat penyimpanan energi elektrokimia yang menggunakan baterai lithium, sebuah rute teknis yang dominan dalam industri penyimpanan energi baru saat ini. Tahun 2023, sekitar 97 persen fasilitas penyimpanan energi baru di China menggunakan baterai lithium.
Menyadari beragam skenario dan kebutuhan dalam sistem pembangkit listrik, China mendorong inovasi teknologi di sektor penyimpanan energi baru, mencapai terobosan di berbagai pendekatan teknis.
Pada awal tahun 2024, Administrasi Energi Nasional China merilis daftar berisi 56 proyek percontohan penyimpanan energi baru.
Sekitar 30 persen dari proyek-proyek tersebut, termasuk dalam rute baterai lithium-ion, sementara yang lainnya mencakup sektor udara terkompresi, baterai aliran, baterai sodium-ion, gravitasi, roda gila (flywheel), karbon dioksida, baterai timbal-karbon, dan udara cair.
Beberapa proyek lokal di berbagai wilayah China yang menggunakan teknologi inovatif baru-baru ini, telah memulai uji coba operasional atau sudah beroperasi.
Menggunakan bulan ini sebagai contoh, terdapat sebuah stasiun penyimpanan energi gravitasi yang pada 4 Mei 2024 lalu, menyelesaikan uji coba operasional di wilayah Rudong di Jiangsu, China timur.
Stasiun ini menggunakan menara penyimpanan gravitasi setinggi 148 meter, untuk menyimpan energi listrik. Wilayah Rudong rencananya akan membangun total enam stasiun sejenis.
Perusahaan PMA Dongkrak Ekspor Baterai Lithium Shanghai
Pada 11 Mei 2024, sebuah stasiun penyimpanan energi baterai sodium-ion dioperasikan di Nanning, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, sebagai tahap awal dari sebuah proyek penyimpanan energi.
Setelah rampung, kapasitas keseluruhan proyek ini akan mencapai 100 MWh, yang dapat memenuhi kebutuhan listrik sekitar 35.000 rumah tangga setiap tahunnya.
Pemerintah Provinsi Sichuan di China barat daya pada Mei 2024, juga mengumumkan pihaknya akan membangun basis industri penyimpanan energi baterai vanadium dan mendukung penerapan fasilitas penyimpanan energi dalam produksi energi terbarukan, pengaturan puncak jaringan listrik dan pengaturan frekuensi, serta penyimpanan energi untuk stasiun basis komunikasi. (asa/ xinhua-news.com)







