316 PTK Non ASN se-Kabupaten Natuna Tandatangani Surat Perjanjian Kerja

Gubkepri, H Ansar Ahmad secara simbolis memberikan tunjangan beban kerja pengawas sekolah Kabupaten Natuna di Gedung Sri Srindit Ranai, Selasa (16/1/2024). (F. zek/ pemprov kepri)

NATUNA (Kepri.co.id) – Sebanyak 316 orang pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) non aparatur sipil negara (ASN) SMAN, SMKN, dan SLBN se-Kabupaten Natuna melanjutkan pengabdiannya di Provinsi Kepri.

Hal itu ditandai penandatanganan surat perjanjian kerja (SPK) tahun 2024 secara simbolis yang disaksikan Gubkepri Ansar Ahmad di Gedung Sri Srindit Ranai, Kabupaten Natuna, Selasa (16/1/2024).

Baca Juga: Ansar Perpanjang Honorer 694 Guru Non ASN se-Kota Batam

Seperti diketahui, saat ini PTK non ASN Provinsi Kepri yang terdiri guru dan tenaga kependidikan, tersebar di lima kabupaten dan dua kota untuk jenjang SMAN, SMKN, dan SLBN berjumlah 2.453 orang.

Gubkepri Ansar dalam kesempatan itu, menyerahkan secara simbolis tunjangan beban kerja pengawas sekolah Rp7 juta per bulan, tunjangan beban kerja kepala sekolah Rp1,5 juta per bulan.

Kemudian, tunjangan beban kerja wakil kepala sekolah Rp500 ribu per bulan, honorarium pelaksana pengelolaan keuangan desa (PPKD) bendahara bantuan operasional satuan pendidikan (BOSP) Rp750 ribu per bulan.

Baca Juga: Ansar Menanam Cabai di Natuna, Sekaligus Salurkan Bantuan Pertanian

Seterusnya, honorarium PPKD bendahara sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) Rp750 ribu per bulan, honorarium PPKD pengurus barang Rp750 ribu per bulan, kenaikan tambahan penghasilan pegawai (TPP) ASN SMA, SMK, dan SLB Rp100 ribu per bulan, dan kenaikan gaji PTK non ASN Rp100 ribu per bulan.

Kunjungan kerja Gubkepri ke kabupaten paling utara ini, disejalankan dengan penyerahan bantuan perikanan dengan total pagu bantuan Rp618,6 juta.

Bantuan tersebut terdiri bantuan kawat bubu sejumlah 41 gulung senilai Rp82,7 juta dengan lokasi sebaran di Kecamatan Serasan.

Kemudian bantuan cool box 45 unit dengan anggaran Rp86,9 juta untuk lokasi sebaran Kecamatan Bunguran Timur, pancing ulur sejumlah 115 box dengan pagu anggaran Rp138 juta dengan lokasi sebaran Kecamatan Bunguran Barat (18 box).

Selanjutnya, Kecamatan Pulau Laut (76 box), Kecamatan Bunguran Selatan (21 box), serta klaim santunan BPJS Ketenagakerjaan dengan enam penerima manfaat, besar anggaran klaim Rp311 juta.

Gubkepri Ansar mengatakan, bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri yang baru saja diserahkan, agar bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Program strategis ini akan dilanjutkan di tahun-tahun ke depan, agar Natuna bisa berdaya.

“Penyerahan insentif tambahan untuk berbagai lapisan PTK, merupakan bentuk apresisi dan terima kasih karena kerja keras semuanya. Saat ini, indeks pembangunan manusia (IPM) kita sudah berada di peringkat tiga dari 38 provinsi. IPM sendiri dipengaruhi faktor pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat,” terang Gubkepri.

Sebagai bentuk apresiasi lainnya, Gubkepri Ansar mengatakan, akan terus meningkatkan pelayanan bagi para guru.

Dilanjutkan Gubkepri, selesainya pembangunan 77 tower base transceiver station (BTS) dari program BAKTI Kominfo, serta telah diluncurkan satelit Satria-1, Gubkepri berharap akses internet untuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) akan lebih baik.

“Sejalan dengan itu, saya sudah minta Kadisdik, mulai tahun 2024 guru-guru tidak perlu mengurus kenaikan pangkat ke pusat pemerintahan di Tanjungpinang. Akan dilimpahkan ke Kacabdis, dan akan didukung dengan tanda tangan elektronik,” ungkap Gubkepri Ansar.

Gubkepri juga berpesan kepada para guru, terus bersemangat mendidik anak-anak supaya menjadi incoming generation yang hebat. Menurut Gubkepri, mereka harus disiapkan sungguh-sungguh.

Kemudian untuk para PTK non ASN yang baru saja menandatangani perpanjangan SPK, Gubkepri Ansar atas nama Pemprov Kepri dan atas nama pribadi, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pengabdiannya.

Menurut Gubkepri, pemerataan pendidikan dengan ketersediaan guru yang mencukupi, merupakan hal penting. Sehingga, masih terus memperpanjang kerja sama ini.

“Saya juga terus memperjuangkan agar status PTK non ASN, dapat dialihkan menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K), hingga dapat mendapatkan hak sebagai ASN,” tutur Gubkepri Ansar.

Turut hadir dalam acara ini Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda; Wakil Ketua I DPRD Natuna, Daeng Ganda, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kepri dan Pemkab Natuna, para kepala sekolah se-Kecamatan Bunguran Timur, dan para PTK non ASN se-Kabupaten Natuna. (zek)