BINTAN, Kepri.co.id – Bupati Bintan, Roby Kurniawan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab)Bintan, Ronny Kartika serta pihak PLN Kijang turun langsung ke Pulau Mapur, meninjau kondisi pelayanan kelistrikan sekaligus mengecek mesin pembangkit yang digunakan dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat setempat.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Roby meninjau mesin pembangkit milik PLN yang saat ini beroperasi, sekaligus mengecek mesin pembangkit lama milik desa yang sudah tidak beroperasi.
Peninjauan ini dilakukan, melihat kondisi aktual sarana pembangkit listrik di Pulau Mapur, termasuk mengupayakan kemungkinan perbaikan dan pengoperasian kembali mesin lama milik desa.
Bersama pihak PLN Kijang, Bupati berkoordinasi memastikan kelayakan teknis mesin tersebut sebagai salah satu alternatif, dalam mendukung peningkatan durasi pelayanan listrik bagi masyarakat.
Saat ini, pelayanan listrik di Pulau Mapur berlangsung sekitar 14 jam sehari. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan berharap, durasi tersebut dapat ditingkatkan secara bertahap menjadi 18 jam sehari, hingga pada akhirnya masyarakat dapat menikmati layanan listrik selama 24 jam penuh.
Bupati Roby mengatakan, peninjauan langsung tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah, melihat kebutuhan masyarakat di lapangan sekaligus mendorong solusi terhadap persoalan pelayanan dasar, termasuk ketersediaan listrik di wilayah kepulauan.
“Kita ingin pelayanan listrik di Pulau Mapur terus meningkat. Karena itu, kita turun langsung melihat kondisi mesin yang saat ini digunakan PLN, sekaligus mengecek mesin lama milik desa yang sudah tidak beroperasi. Kita juga berkoordinasi dengan pihak PLN Kijang, memastikan apakah mesin tersebut masih layak dan memungkinkan untuk diperbaiki,” jelasnya, Jumat (30/10/2026).
Dikatakan Roby, upaya peningkatan pelayanan listrik perlu dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan teknis, kondisi mesin pembangkit, serta koordinasi bersama pihak terkait.
“Harapan kita, pelayanan listrik yang saat ini sekitar 14 jam dapat ditingkatkan menjadi 18 jam terlebih dahulu, kemudian secara bertahap menuju 24 jam. Kita akan terus mendorong koordinasi dengan pihak terkait, agar masyarakat Pulau Mapur bisa menikmati listrik,” ujarnya. (yuli)
BACA JUGA:
PLN Batam Bergerak Cepat Tangani Gangguan Kelistrikan, Upayakan Pemulihan Sistem Secara Bertahap
PLN Anambas Ungkap Penyebab Gangguan Listrik, Usulkan Tambahan Mesin 1 Mega
PLN di Bawah Danantara, Danantara Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Pelanggan PLN Batam
Bareskrim Polri Ungkap Hasil Investigasi Awal Blackout Sumatera, Dipastikan Tidak Ada Unsur Sabotase
PLN di Bawah Danantara, Danantara Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Pelanggan PLN Batam
Ansar Harap PT PLN Persero Dukung Jaminan Keandalan Listrik








