PLN Anambas Ungkap Penyebab Gangguan Listrik, Usulkan Tambahan Mesin 1 Mega

ANAMBAS (Kepri.co.id) – PLN ULP Anambas mengungkap penyebab gangguan listrik yang sempat terjadi di wilayah Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas. Gangguan tersebut terjadi, akibat kendala teknis pada salah satu komponen mesin pembangkit.

Manajer ULP PLN Anambas, Fahri, mengatakan, kondisi kelistrikan saat ini sudah kembali normal setelah pihaknya melakukan pemeliharaan terhadap mesin yang mengalami gangguan.

“Alhamdulillah, sudah aman. Memang ada kendala di bagian komponen mesin kita yang trouble, jadi sudah kita lakukan pemeliharaan,” ujar Fahri saat diwawancarai Kepri.co.id melalui sambungan WhatsApp (WA), Minggu (16/8/2026).

Menurut Fahri, sistem kelistrikan Tarempa saat ini masih menghadapi tantangan karena cadangan daya yang tersedia relatif terbatas.

Kapasitas mesin pembangkit yang tersedia berada di angka 3,5 Mega, sementara kebutuhan beban puncak pelanggan mencapai sekitar 3,2 hingga 3,3 Mega.

Kondisi tersebut membuat sistem kelistrikan cukup rentan apabila terjadi gangguan pada salah satu mesin pembangkit.

Karena itu, PLN ULP Anambas telah mengusulkan penambahan kapasitas pembangkit untuk memperkuat pasokan listrik di daerah tersebut.

PLN Usulkan Tambahan Mesin Pembangkit

Fahri menjelaskan, usulan penambahan mesin pembangkit telah disampaikan melalui jalur struktural PLN kepada UP3 Tanjungpinang. Tambahan kapasitas yang diusulkan sekitar 1 Mega menyesuaikan dengan kebutuhan sistem kelistrikan saat ini.

“Kami sudah mengusulkan untuk penambahan mesin pembangkit itu. Kalau melihat kondisi beban ini, kami mengusulkan penambahan lebih kurang 1 Mega,” katanya.

Namun, realisasi mesin baru masih membutuhkan proses kajian dan persetujuan dari pihak yang memiliki kewenangan lebih tinggi.

PLN ULP Anambas saat ini, masih menunggu perkembangan usulan tersebut sambil melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Fahri menyampaikan, sebagai unit pelayanan di daerah, PLN ULP Anambas bertugas menyampaikan kebutuhan sistem dan melakukan komunikasi terkait usulan tersebut. Sementara keputusan pengadaan mesin, berada pada tingkat manajemen yang lebih tinggi.

Sambil menunggu penambahan kapasitas pembangkit, PLN melakukan sejumlah langkah untuk menjaga keandalan listrik.

Upaya tersebut dilakukan, melalui pemeliharaan jaringan secara rutin serta optimalisasi mesin yang tersedia.

Evaluasi Gangguan dan Langkah Pencegahan

Selain faktor pembangkit, Fahri menjelaskan gangguan listrik juga dapat berasal dari sisi jaringan. Karena itu, PLN ULP Anambas terus melakukan evaluasi serta meningkatkan pemeliharaan agar potensi gangguan dapat dikurangi.

Terkait gangguan tegangan yang sempat naik turun, Fahri mengatakan kondisi tersebut berkaitan dengan kendala pada sistem pembangkit.

Dalam kondisi tertentu, PLN melakukan pemadaman sementara sebagai langkah pengamanan.

“Kalau penyebabnya dari mesin, kami langsung padamkan supaya kejadian itu tidak berlanjut. Setelah dipadamkan, kami investigasi. Setelah normal semua baru kami hidupkan kembali,” jelasnya.

Fahri menambahkan, upaya menjaga kestabilan listrik terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Langkah tersebut dilakukan, sambil menunggu proses penambahan kapasitas pembangkit yang telah diusulkan.

Dengan adanya tambahan mesin pembangkit nantinya, PLN berharap sistem kelistrikan di Kabupaten Kepulauan Anambas dapat memiliki cadangan daya yang lebih baik sehingga mampu menghadapi peningkatan kebutuhan listrik masyarakat. (LS)

BERITA TERKAIT:

Listrik Padam Mendadak di Tarempa, PLN Anambas Minta Maaf dan Bantah Blokir Kontak Pelanggan

Jaga Keandalan Listrik, PLN Tarempa Jadwalkan Pemeliharaan Jaringan di Kecamatan Siantan

Pohon Tumbang Kembali Putuskan Listrik di Jemaja Timur, BPBD Dorong Perawatan Rutin Jalur Jaringan PLN

Beban Listrik Tarempa Meningkat, ULP Usulkan Penambahan Mesin ke PLN Pusat

Kepala PLN Tanggapi Keluhan Warga Tarempa, Soal Pemadaman Tanpa Pemberitahuan