Pakar Perkirakan Perdagangan Bebas Benua Afrika Dorong Pertumbuhan Inklusif di Afrika

Foto yang diabadikan pada 3 April 2024 ini, memperlihatkan pemandangan kota di Nairobi, Kenya. (F. Xinhua/Han Xu)

NAIROBI (Kepri.co.id – Xinhua) – Pakar-pakar Afrika mengatakan, di Nairobi pada Senin (27/5/2024), implementasi penuh dari Kawasan Perdagangan Bebas Benua Afrika (African Continental Free Trade Area/ AfCFTA) akan mendorong pertumbuhan inklusif di seluruh benua itu.

Berbicara dalam Pertemuan Tahunan Dewan Gubernur Bank Pembangunan Afrika (African Development Bank/ AfDB) ke-59 di Nairobi, Kenya, mereka mengatakan, peningkatan perdagangan kontinental akan mengurangi ketergantungan Afrika kepada pasar-pasar tradisional Barat.

Sekretaris Jenderal AfDB Group, Vincent Nmehielle, mengatakan, liberalisasi perdagangan di seluruh Afrika dengan menghapuskan bea masuk untuk barang-barang yang diproduksi di benua itu, akan meningkatkan perdagangan intra-Afrika, yang akan menguntungkan usaha-usaha kecil.

“Lebih banyak perdagangan di antara negara-negara Afrika, juga akan membantu benua ini mendiversifikasi keranjang ekspornya. Sehingga, menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan kesempatan kerja,” ujar Nmehielle.

Foto yang diabadikan pada 12 Agustus 2023 ini, memperlihatkan pemandangan Kota Cape Town, Afrika Selatan. (F. Xinhua/Dong Jianghui)

John Bosco Kalisa, yang menjabat sebagai CEO Dewan Bisnis Afrika Timur, badan payung sektor swasta di Afrika Timur, mengatakan, dewan tersebut saat ini sedang mengedukasi perusahaan-perusahaan kecil dan perusahaan-perusahaan milik perempuan, mengenai prosedur-prosedur untuk berdagang di bawah rezim AfCFTA.

Dia menegaskan, ekspor Afrika sebagian besar adalah mineral dan komoditas pertanian yang belum diolah. Oleh karena itu, AfCFTA menjanjikan nilai tambah bagi produk-produk tersebut di Afrika, yang mengarah pada pertumbuhan inklusif.

Kalisa mengatakan, perdagangan intra-Afrika saat ini tercatat sebesar 18 persen, masih jauh dari angka 50 persen di Asia dan 70 persen di Eropa.

Direktur Jenderal Pusat Regional Afrika New Development Bank (NDB) BRICS, Monale Ratsoma, mengatakan, organisasinya memprioritaskan pengembangan proyek-proyek infrastruktur di Afrika, untuk memfasilitasi perdagangan intra-benua yang lebih mudah.

Dengan perkiraan populasi 1,2 miliar orang, AfCFTA diharapkan dapat memberikan banyak manfaat sosial, mengatasi kesenjangan di Afrika, dengan memberdayakan komunitas-komunitas yang terpinggirkan, imbuhnya. (asa/ xinhua-news.com)