Ketulusan yang Tak Pernah Mati: Vera Limardjo House of Mercy, Warisan Cinta yang Menyentuh Hati Ribuan Jiwa

Ketulusan yang Tak Pernah Mati: Vera Limardjo House of Mercy, Warisan Cinta yang Menyentuh Hati Ribuan Jiwa
Walikota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Drs Amsakar Achmad SSos MSi; Wakil Walikota sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra; Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin SIK; Anggota DPRD Batam, Sony Christianto: Pembina Vera Limardjo House of Mercy, Dr Daud Johannis Andries alias Hanny Andries, dan undangan lainnya foto bersama pada peresmian Vera Limardjo House of Mercy di Botania, Kota Batam, Provinsi Kepri, Selasa (29/7/2025). (Sumber: Vera Limardjo House of Mercy)

BATAM (Kepri.co.id) – Rasa haru dan kehangatan cinta kasih menyelimuti peresmian Vera Limardjo House of Mercy, Selasa (29/7/2025), di kawasan Botania, Kota Batam. Rumah pelayanan ini lahir bukan sekadar dari keinginan, tapi dari jejak cinta seorang perempuan berhati mulia yang telah berpulang: Vera Limardjo.

Semasa hidupnya, Vera dikenal sebagai sosok penuh empati—membantu yang lemah tanpa pamrih, menyentuh yang terabaikan tanpa diketahui orang banyak. Kini, nilai-nilai itu terus hidup dan diwariskan melalui yayasan ini—sebuah rumah kasih untuk siapa pun yang membutuhkan.

”Kami percaya, cinta sejati tak pernah mati. Ia selalu menemukan jalannya untuk terus menghidupi,” ungkap Dr Daud Johannis Andries alias Hanny Andries, suami almarhumah, yang juga Pembina Vera Limardjo House of Mercy.

Dalam sambutannya, Hanny mengungkap kisah menyentuh di balik berdirinya yayasan ini. Dua hari sebelum Vera meninggal dunia, ia sempat mengirim pesan dari ruang ICU—meminta Hanny mentransfer sejumlah uang. Belakangan, keluarga baru mengetahui bahwa uang itu digunakan untuk membayar uang sekolah anak-anak dari keluarga tidak mampu.

”Kami baru sadar, ternyata istri saya telah lama menjadi pelayan kasih bagi banyak orang, bahkan bagi mereka yang tak pernah kami kenal. Kebaikannya terlalu tulus untuk dibiarkan berhenti,” kata Hanny dengan suara bergetar.

Rumah yang Memanusiakan

Vera Limardjo House of Mercy bukan hanya rumah singgah, tapi rumah harapan. Di sini, cinta diwujudkan dalam pelayanan nyata: pengobatan gratis, pembagian makanan, dapur dhuafa, perawatan kanker, hingga ruang khusus untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Semua layanan diberikan tanpa memungut biaya, karena menurut Hanny, ”Setiap manusia berhak dimanusiakan, bukan karena status atau latar belakangnya, tapi karena ia manusia.”

Yayasan ini juga menyediakan pendampingan lengkap bagi pasien dari berbagai wilayah Kepri yang berobat ke Batam—mulai dari penjemputan, pengantaran, tempat tinggal, hingga penguatan moral selama masa pengobatan.

Ketua Yayasan Cahaya Obor Berkat, Ir Simon Sutrisno, menegaskan bahwa rumah ini terbuka bagi siapa pun. Tanpa batas suku, agama, ras, atau golongan.

”Kami ingin hadir sebagai wajah kasih itu sendiri. Menyembuhkan luka, memeluk yang tersisih, dan menyalakan harapan,” ujar Simon.

Dari Kota Batam untuk Dunia yang Lebih Hangat

Peresmian yayasan ini turut dihadiri Walikota Batam, Dr Amsakar Ahmad SSos MSi, dan Wakil Walikota Li Claudia Chandra. Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan kekagumannya atas dedikasi keluarga Vera dalam meneruskan warisan kasih tersebut.

”Ini bukan sekadar rumah sosial, ini adalah rumah cinta, rumah kemanusiaan. Didirikan dengan ketulusan, dijalankan dengan pengorbanan. Kiranya rumah ini menjadi pelita bagi Batam, Kepri, dan siapa pun yang datang dengan hati yang lelah,” ungkap Amsakar.

Cinta Tak Pernah Berakhir

Meski Vera Limardjo telah tiada, cinta kasihnya terus bernapas di tengah masyarakat. Melalui tangan orang-orang yang ia tinggalkan, semangatnya menjelma menjadi pelayanan nyata yang menjangkau yang miskin, yang tersisih, yang sakit, dan yang kehilangan harapan.

Vera Limardjo House of Mercy bukan sekadar bangunan, tapi tanda bahwa cinta yang sejati tak pernah sia-sia. Ia hidup, menyembuhkan, dan terus memberi terang, di mana pun ia berada. (asa)

BERITA TERKAIT:

Yayasan COB Resmikan Kantor Baru, Memanusiakan Manusia dengan Gotong Royong