BATAM (Kepri.co.id) – Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali menorehkan capaian kinerja yang membanggakan, pada semester I tahun 2024.
Data terbaru menunjukkan peningkatan di berbagai aspek, meliputi volume bongkar muat peti kemas, general cargo, jumlah penumpang hingga kunjungan kapal di Pelabuhan Batam.
Baca Juga: BP Batam Siap Operasikan STS Crane Pelabuhan Batuampar Per 1 Juni 2023
Disampaikan Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Dendi Gustinandar, dari sisi jumlah kunjungan kapal terdapat peningkatan 7 persen pada periode semester I tahun 2024 dengan jumlah 49.247 Call kapal, meliputi kapal barang dan penumpang, dibandingkan pada periode yang sama tahun 2023 sebesar 46.086 Call.
Dari jumlah tersebut, peningkatan terbesar terdapat pada kunjungan kapal barang sebesar 14 persen yakni dari 13.303 call di periode semester I tahun 2023, menjadi 15.218 call di tahun 2024.
Adapun terminal barang yang berkontribusi besar menyumbang peningkatan kunjungan kapal tersebut, Terminal Batuampar yakni sebanyak 5.080 Call di periode semester I tahun 2024 atau naik 41 persen dibandingkan tahun 2023 sebesar 3.591 Call.
Sedangkan kunjungan kapal penumpang juga mengalami peningkatan empat persen pada periode semester I tahun 2024 ini, dari 32.783 Call menjadi 34.029 Call.
Hal ini membuktikan, perjalanan orang dari dan menuju Batam baik domestik dan internasional terus menunjukkan peningkatan dengan penambahan trayek dan jadwal kapal.
Baca Juga: Volume Peti Kemas Terminal Batuampar Meningkat 10 Persen
Dendi menyampaikan, peningkatan dari sisi kunjungan kapal barang dan penumpang di wilayah kerja BP Batam, mencerminkan pertumbuhan yang signifikan dalam aktivitas perdagangan dan logistik di Kota Batam.
“Peningkatan kunjungan kapal barang sebesar 14 persen, membuktikan pembangunan infrastruktur yang digagas Kepala BP Batam, Bapak Muhammad Rudi, tidak hanya meningkatkan kepercayaan para pelaku logistik membawa kapal mereka ke Batam, tetapi juga memperkuat posisi Batam sebagai pusat logistik dan perdagangan yang strategis di wilayah ini” ujarnya.
“Upaya peningkatan fasilitas pelabuhan dan modernisasi sistem operasional, memberikan dampak positif signifikan terhadap efisiensi dan kelancaran arus barang di pelabuhan,” pungkas Dendi. (hen)







