Waspada Pemakaian Antibiotik Berlebih, Berdampak Penyakit Tak Mempan Diobati

Foto ilustrasi.

BATAM (Kepri.co.id) –Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Batam, Lintang Purba Jaya, mengimbau masyarakat khususnya insan media, agar tidak berlebihan memakai antibiotik.

Pengawasan ditingkatkan lagi, sebab penggunaan obat antibiotik di masyarakat di masa pandemi Covid-19 berlangsung cukup berlebihan.

Baca Juga: Sepanjang Tahun 2022, BPOM Batam Tindak Lima Perkara Pro Justisia

BACA JUGA:   Ansar dan Forkopimda Jajal Kapal Lintas Kepri Milik Perseroan Daerah

“Dikhawatirkan ke depan, akan banyak penyakit yang tidak mempan lagi dengan obat antibiotik. Sehingga menimbulkan masalah baru,” ujar Lintang di sela-sela memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-22 BPOM di Halaman Kantor BPOM Batam, Sabtu (28/1/2023).

BACA JUGA:   Ribuan Warga Saksikan Ansar Serahkan Insentif Guru PAUD, RT/ RW, dan Dana Hibah di Kecamatan Sekupang, Sagulung, Batuaji, dan Seibeduk

Menurut Lintang, penggunaan antibiotik yang berlebihan, kalau tidak dikendalikan mengakibatkan penyakit yang seharusnya itu sembuh dengan antibiotik, namun malah tidak akan sembuh.

Pimpinan dan staf BPOM merayakan HUT ke-22 di Halaman Kantor BPOM Batam, Sabtu (28/1/2023). (F. now)

Lintang menyampaikan, peran serta organisasi profesi dalam hal pengendalian penggunaan antibiotik sangat penting, dan tidak boleh sembarangan memberikan obat-obatan antibiotik tersebut.

BACA JUGA:   Rudi Tegaskan Pemerintah Komit Selesaikan Infrastruktur Jalan

Sesuai tren tahun 2023 ini, sebut Kepala BPOM, pihaknya melakukan pengawasan khususnya pada pengendalian serta penggunaan obat-obatan dan vitamin berlebihan di wilayah Indonesia.

“Terkhusus terhadap obat-obatan dan vitamin vitamin ilegal,” ujar Lintang. (now)