Malaka Tawarkan Paket Wisata Kesehatan Murah

Exco Kesehatan Sumber Manusia dan Perpadanan Negeri Melaka, Ngw Shee Sem memberikan penjelasan paket wisata kesehatan Malaka di acara Seminar & Sesi Padanan Niaga Program Pelancongan Kesihatan Negeri Malaka Sempena Tahun Melawat Melaka 2024 di Batam, Kamis (28/9/2024). (F. amr)

BATAM (Kepri.co.id) – Negeri Malaka, Malaysia mengembangkan paket wisata kesehatan murah. Tidak hanay itu, Malaka dan Kota Batam saling lirik mengembangkan potensi sektor pariwisata. Bahkan, kedua wilayah yang ada di Malaysia dan Indonesia ini mulai menggarap wisata kesehatan.

Exco Kesehatan Sumber Manusia dan Perpadanan Negeri Melaka, Ngw Shee Sem, menegaskan, saat ini Malaka merupakan tempat pelancongan kesehatan. Sektor ini, lanjut dia, menyumbang kunjungan wisatawan dari Indonesiasebanyak 51.998 orang dari total 66.958 kunjungan wisata kesehatan di Malaka tahun 2022.

“Kunjungan dari Indonesia yang mendominasi, mereka mendapatkan rawatan di empat hospital pakar di negeri ini yaitu Putra Specialist Hospital, Mahkota Medical Centre, Hospital Pantai, dan Oriental Melaka Straits Hospital,” ujar Ngw Shee Sem dalam Seminar & Sesi Padanan Niaga Program Pelancongan Kesihatan Negeri Malaka Sempena Tahun Melawat Melaka 2024 di Batam, Kamis (28/9/2024).

BACA JUGA:   BP Gencar Sosialisasi, Lakukan Pendekatan Persuasif

Selain menawarkan wisata kesehatan yang murah, Ngw Shee Sem, mengungkapkan banyak tawaran atau paket wisata dari rumah sakit setempat.

“Oleh sebab itu, saya mohon agar semua penggiat industri pelancongan di Kota Batam maupun di Malaka, dapat bersama-sama menjalinkan kerja sama memeriahkan pelancongan di antara kedua-dua negara,” katanya.

Di kesempatan itu, Ngw Shee Sem memberikan gambaran kepada industri pelacongan terkait Malaka, baik dari infrastruktur hingga even pariwisata Malaka tahun 2024.

“Indonesia merupakan pasaran terbesar pelancong yang melawat Malaka, di mana sepanjang tahun 2022 sebanyak 106.929 orang pelancong Indonesia mengunjungi negeri Mslaka. Ini merupakan satu petanda yang baik, industri pelancongan ini mempunyai potensi yang besar pada masa mendatang,” katanya.

Dalam usaha mengembangkan lagi sektor pelancongan Malaka ke tahap lebih cemerlang, ia mengayakan, Negeri Malaka akan menganjurkan kampanye Tahun Melawat Malaka 2024 atau TMM 2024 dengan slogannya, ‘Mana Lagi? Melaka Ler..’.

BACA JUGA:   Dua Pelabuhan Paling Sibuk Selama Libur Nataru 2024

“Selain itu, Negeri Malaka punya 70 acara dengan 32 acara pelancongan utama telah disusun sepanjang tahun mendatang,” ujar Ngw Shee Sem.

Adapun, even pariwisata itu di antaranya Pesta Gendang Nusantara 2024, Malaka Pengkisahan Detik Kemerdekaan Bersama Tunku Abdul Rahman Putra Al-Haj, Pertandingan Memancing & Pertandingan Masakan Ikan Air Tawar 2024, Kejohanan Muaythai Antarabangsa Melaka 2024, Malakka Dutch Week 2024, dan Karnival Motorsport Melaka 2024.

“Selain itu, Malaka juga mempunyai pilihan tempat-tempat menari untuk dikunjungi di Malaka. Seperti Malaka River Cruise, Menara Taming Sari, dan banyak lagi tempat-tempat menarik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengapresiasi suksesnya Seminar & Sesi Padanan Niaga Program Pelancongan Kesihatan Negeri Melaka Sempena Tahun Melawat Melaka 2024 di Kota Batam. Ia berharap, kegiatan yang sama terus digelar di Batam.

BACA JUGA:   Kapolres Tapsel Kunker di Mapolsek Padang Bolak

“Batam menjadi wilayah yang tepat untuk promosi, karena Batam banyak dikunjungi wisatawan nusantara maupun mancanegara,” ujar Ardi.

Bahkan, Batam merupakan Kota MICE (meetings, incentives, conferences, and exhibitions tourism) yang dijadikan perusahaan maupun pemerintahan dalam menggelar acara di Batam.

“Batam merupakan salah satu hub kunjungan wisata ke nusantara, sangat tepat jika Malaka mempromosikan paket wisata di Batam,” katanya.

Di kesempatan itu, Ardi mengaku siap berkolaborasi mengembangkan sektor parwisata Malaka dan Batam dengan mendorong terjalinnya kerja sama para penggiat pariwisata kedua wilayah.

“Perlu kolaborasi memajukan dan memaksimalkan sektor parwisata, ini juga menjadi tantangan sekaligus peluang bagi travel agent dan pelaku parwisata lainnya,” kata Ardi. (amr)