WASHINGTON, Kepri.co.id – Xinhua – Mulai dari Beijing pada Mei 2026 hingga Washington pada September 2026, kerja sama praktis tetap menjadi prioritas utama dalam interaksi antara Tiongkok dan AS. Pada upacara tersebut, Xi menyerukan agar kedua negara “bekerja sama dengan tulus.”
Xi mengatakan, kedua belah pihak memiliki kepentingan yang “sangat saling terkait” dan ruang kerja sama yang luas, seraya mengungkapkan, kerja sama Tiongkok-AS “mungkin tidak dapat menyelesaikan setiap masalah di dunia,” tetapi banyak masalah yang akan sulit diselesaikan tanpa kerja sama.
Dalam pembicaraannya dengan Trump, Xi mengatakan, putaran terbaru konsultasi perdagangan dan ekonomi antara kedua negara telah menghasilkan pengaturan bersama yang baru, seraya menyebutnya sebagai kabar baik bagi dunia industri dan masyarakat kedua negara, serta ekonomi global.
Menyatakan bahwa kerja sama merupakan jalan dua arah, Xi mengatakan, selama kedua belah pihak menjunjung tinggi semangat kesetaraan, saling menghormati, dan saling menguntungkan, mereka dapat menemukan jalan keluar dari berbagai masalah.
Jamuan makan malam kenegaraan tersebut kembali memperlihatkan luasnya hubungan ekonomi antara kedua negara. Para pimpinan perusahaan penerbangan, teknologi, dan keuangan terkemuka AS turut hadir sebagai tamu undangan. Beberapa di antaranya pernah mendampingi Trump dalam kunjungannya ke Beijing pada Mei 2026 lalu, termasuk CEO Nvidia Jensen Huang dan CEO Tesla Elon Musk.
Kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) menjadi bidang lainnya yang dibahas oleh kedua pemimpin tersebut.
Meskipun Tiongkok dan AS bersaing dalam bidang AI, kedua negara memiliki lebih banyak alasan untuk bekerja sama, ujar Xi, seraya mendesak kedua negara besar dalam bidang AI tersebut, memanfaatkan kekuatan masing-masing, alih-alih saling mewaspadai.
Keduanya juga harus mempertahankan kendali manusia atas teknologi AI, menjunjung tinggi pendekatan yang berpusat pada manusia, dan memanfaatkan AI untuk kebaikan, serta memastikan bahwa AI mendukung kemajuan manusia, imbuh Xi.
Trump juga menekankan pentingnya menjaga dialog mengenai AI, seraya menyebutnya sebagai teknologi yang berpengaruh terhadap masa depan umat manusia.
MELANJUTKAN PERSAHABATAN
Pada jamuan makan malam kenegaraan tersebut, kedua presiden menengok kembali sejarah panjang pertukaran antarmasyarakat Tiongkok dan AS, serta menggarisbawahi pentingnya hubungan antarmasyarakat.
Xi mengenang, lebih dari 80 tahun yang lalu rakyat Tiongkok dan Amerika bahu-membahu dalam perjuangan melawan agresi militeris Jepang, dan bagaimana Diplomasi Ping-Pong membuka kembali pintu bagi pertukaran bilateral lebih dari setengah abad yang lalu.
Dia juga menceritakan kembali kisah seorang warga Amerika bernama Ronald Sakolsky, yang lebih dari 20 tahun silam mendukung upaya penanaman pohon oleh Yin Yuzhen, seorang pekerja pengendalian penggurunan di Tiongkok, seraya menyebutnya sebagai contoh cemerlang dari pertukaran persahabatan antara kedua bangsa.
Pertukaran semacam itu, ujar Xi, telah mendorong komunikasi yang tulus antara kedua bangsa serta memperkukuh dukungan publik bagi persahabatan dan kerja sama Tiongkok-AS.
Sementara itu, Trump mengulas sejarah panjang pertukaran antara AS dan Tiongkok, dengan menunjuk pada hubungan komersial awal serta pertukaran “barang, pengetahuan, adat istiadat, dan gagasan.”
“Sebagai pemimpin dari kedua negara kita, Presiden Xi dan saya sama-sama memahami bahwa kita mewakili sistem yang berbeda, tetapi ikatan di antara rakyat kita tetap bertahan, dan hubungan kita tidak pernah sebaik ini,” ujar Trump.
Langkah-langkah baru kini tengah diambil untuk melanjutkan persahabatan tersebut.
Pada upacara penyambutan, Xi mengumumkan, dua ekor panda, yakni Ping Ping dan Fu Shuang, akan segera tiba di Kebun Binatang Atlanta dan bertemu dengan masyarakat Amerika. Dia juga mengundang 100.000 pemuda Amerika untuk berkunjung ke Tiongkok, guna mengikuti program pertukaran dan studi dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
“Harapan dari hubungan Tiongkok-AS terletak pada rakyat kita, dan masa depannya berada di tangan generasi muda,” ujar Xi.
Dalam kunjungannya ke San Francisco pada 2023, Xi mengumumkan sebuah inisiatif serupa untuk mengundang 50.000 pemuda Amerika ke Tiongkok dalam kurun waktu lima tahun. Target tersebut kini telah tercapai.
“Presiden Xi mengumumkan bahwa dia ingin melipatgandakan jumlah pelajar tersebut dalam lima tahun ke depan. Hal itu sangat positif, sangat signifikan, karena saya yakin pertukaran semacam itu serta saling berkunjungnya para pelajar sangat, sangat penting,” ujar Kenneth Quinn, Presiden Emeritus World Food Prize Foundation. ***







