CHENGDU (Kepri.co.id – Xinhua) – Unit pembangkit pertama di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Shuangjiangkou di Provinsi Sichuan, China barat daya, secara resmi terhubung ke jaringan listrik pada Jumat (26/6/2026), menandai dimulainya operasi proyek PLTA kelas dunia tersebut.
PLTA itu, yang terletak di hulu Sungai Dadu, memiliki kapasitas terpasang sebesar 2 juta Kilowatt dan diperkirakan akan menghasilkan sekitar 7,7 miliar Kilowatt-jam listrik setiap tahunnya.

Dengan total kapasitas bendungan sekitar 2,9 miliar meter kubik dan bendungan dengan desain ketinggian maksimum 315 Meter, pembangkit ini akan secara signifikan meningkatkan kapasitas pengaturan aliran air bagi sejumlah PLTA di hilir serta memperkuat pengendalian banjir di seluruh daerah aliran sungai.
Proyek tersebut disetujui pada 2015. Setelah melalui proses pembangunan selama 11 tahun, proyek ini telah menyelesaikan tahap pengisian bendungan yang kedua dan berhasil mengoperasikan unit pembangkit pertamanya dengan aman.
PLTA itu, juga diperkirakan akan memainkan peran penting dalam transisi energi China. Saat beroperasi penuh nanti, pembangkit ini diperkirakan akan menghemat sekitar 17 juta Ton batu bara standar, serta mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 46 juta Ton setiap tahun.

Selain meningkatkan transmisi listrik bersih dari China barat daya ke berbagai daerah lainnya, proyek tersebut, akan mendukung pengembangan sistem energi bersih terintegrasi yang menggabungkan tenaga air, tenaga angin, dan tenaga surya. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
PLTA di Dataran Tinggi China Hasilkan 3,5 Miliar kWh Daya dalam Setahun
PLTA Pumped Storage Terbesar di Dunia Beroperasi Penuh di China
Kunjungi China, Mentrans RI Puji Pengalaman China dalam Proyek Tiga Ngarai
CNPC Indonesia Sigap Berikan Dukungan Darurat untuk PLTA Batang Toru dan Daerah Terdampak Bencana
Perusahaan China Akan Bangun PLTS Berkapasitas 300 MW di Sumatera Selatan






