BATAM (Kepri.co.id) – Asosiasi Pengusaha Pelaksana Kontraktor dan Konstruksi Nasional (APPEKNAS) terus mendorong peningkatan kompetensi dan kesiapan pelaku konstruksi nasional, dalam menghadapi peluang proyek strategis.
Upaya tersebut diwujudkan melalui webinar nasional bertajuk ”Peluang Proyek Konstruksi Sektor Migas Melalui Skema KPBU bagi Tenaga Ahli dan Badan Usaha Konstruksi” yang digelar Rabu (24/6/2026).
Kegiatan ini diikuti anggota APPEKNAS, perusahaan konstruksi, pelaku usaha, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang ingin memahami lebih jauh potensi dan perkembangan proyek konstruksi di sektor minyak dan gas bumi (migas).
Ketua Umum APPEKNAS, Dr Ir Fandy Iood ST MPWK, menyampaikan, sektor migas memiliki peluang besar yang membutuhkan dukungan tenaga ahli serta badan usaha konstruksi yang kompeten.
Menurutnya, skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) menjadi salah satu instrumen penting, dalam mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus membuka ruang partisipasi bagi dunia usaha.
”Kolaborasi pemerintah dan sektor swasta, menjadi kunci dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, serta meningkatkan daya saing industri konstruksi nasional,” ujarnya.
Webinar tersebut menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Prof Dr Ir Manlian Ronald A Simanjuntak ST MT DMin IPU ASEAN Eng selaku Dewan Pakar DPN APPEKNAS sekaligus Guru Besar UTA’45 Jakarta dan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kementerian PU RI periode 2020–2025.
Narasumber lainnya Moshe Rizal Eng Ind MSc sebagai Managing Partner PT Putra Pratama Investama Energi and Investment (PPIE) serta Committee Chairman Asosiasi Perusahaan Migas Indonesia (ASPERMIGAS).
Dalam pemaparannya, narasumber mengulas berbagai peluang pembangunan infrastruktur sektor migas yang dapat dikembangkan melalui skema KPBU.
Selain peluang investasi, peserta mendapatkan pemahaman terkait tantangan, strategi, serta kesiapan yang harus dimiliki tenaga ahli maupun badan usaha konstruksi, agar mampu terlibat dalam proyek-proyek strategis nasional.
Diskusi berlangsung interaktif dengan dipandu Natasya sebagai moderator. Peserta diberikan kesempatan berdialog melalui sesi tanya jawab, memperdalam pemahaman mengenai prospek konstruksi migas di Indonesia.
Dr Ir Fandy Iood berharap, kegiatan edukasi seperti ini, dapat terus dilaksanakan APPEKNAS sebagai wadah peningkatan kapasitas anggota dan masyarakat.
Melalui berbagai program tersebut, APPEKNAS berkomitmen mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta memperkuat peran badan usaha konstruksi, dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan. (asa)
BERITA TERKAIT:
Mitigasi Risiko jadi Kunci, APPEKNAS Bahas Strategi KPBU Bersama Kejati DKI Jakarta
APPEKNAS Kupas Strategi Sukses KPBU, Tenaga Ahli Konstruksi Jadi Kunci Keberhasilan Infrastruktur
