JAKARTA (Kepri.co.id) – Asosiasi Pengusaha Pelaksana Konstruksi Nasional (APPEKNAS) kembali menunjukkan komitmennya, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sektor konstruksi, melalui penyelenggaraan webinar nasional pada Kamis (11/6/2026).
Webinar ini bertajuk “Peran Tenaga Ahli Konstruksi dalam Mendukung Peluang Pembiayaan dan Keberhasilan Proyek KPBU Infrastruktur, Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015”.
Kegiatan yang diikuti tenaga ahli konstruksi, akademisi, praktisi, konsultan, serta berbagai pemangku kepentingan pembangunan ini, menjadi wadah diskusi memperdalam pemahaman mengenai pentingnya kompetensi profesional. dalam mendukung keberhasilan proyek-proyek infrastruktur, khususnya yang menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Webinar dibuka Ketua Umum APPEKNAS, Dr Ir Fandy Iood ST MPWK. Dalam sambutannya, ia menegaskan, pembangunan infrastruktur saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, baik dari sisi pembiayaan, perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasan.
Karena itu, keberadaan tenaga ahli yang kompeten menjadi faktor penting, memastikan setiap proyek berjalan efektif, efisien, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Menurut Fandy, skema KPBU yang saat ini semakin banyak digunakan pemerintah, menjadi peluang besar mempercepat pembangunan infrastruktur nasional. Namun, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada kualitas perencanaan dan kapasitas SDM yang terlibat di dalamnya.
“Tenaga ahli konstruksi memiliki peran strategis, memastikan proyek dapat direncanakan dengan baik, memenuhi aspek teknis, finansial, serta memberikan kepastian bagi investor maupun pemerintah,” ujarnya.
Pada sesi pemaparan materi, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Dr Drs Horas Maurits Panjaitan MEcDev, menjelaskan, berbagai peluang pembiayaan pembangunan melalui skema KPBU yang selama ini menjadi salah satu instrumen penting pemerintah, memenuhi kebutuhan infrastruktur tanpa sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ia memaparkan, KPBU tidak hanya membuka peluang investasi yang lebih luas bagi sektor swasta, tetapi juga mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
“Kolaborasi antara pemerintah dan badan usaha, menjadi salah satu solusi strategis untuk menjawab kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, sementara kemampuan fiskal pemerintah memiliki keterbatasan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI), Siswanto SPd MH, memberikan perspektif mengenai pentingnya peran pemerintah daerah, mendukung implementasi proyek KPBU.
Menurutnya, keberhasilan proyek infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh aspek pembiayaan, tetapi juga membutuhkan dukungan regulasi, perencanaan yang matang, serta sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Ia menekankan, pemerintah daerah memiliki posisi strategis dalam mengidentifikasi kebutuhan pembangunan, serta memastikan proyek yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, terkait tantangan implementasi KPBU, kesiapan daerah dalam menarik investasi, hingga peningkatan kompetensi tenaga ahli konstruksi dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan pembangunan modern.
Melalui webinar ini, APPEKNAS berharap, para pelaku konstruksi dan pemangku kepentingan dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya peran tenaga ahli, dalam mendukung keberhasilan proyek infrastruktur, sekaligus memahami berbagai peluang pembiayaan yang tersedia melalui skema KPBU.
Selain menjadi sarana berbagi pengetahuan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas profesional konstruksi dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berdaya saing.
“Terima kasih kepada seluruh narasumber, peserta, dan pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Semoga, ilmu dan pengalaman yang dibagikan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan sektor konstruksi dan pembangunan nasional. Sampai jumpa pada webinar APPEKNAS berikutnya,” tutup Fandy. (asa)
