Gubernur Ansar dan Dubes RI untuk Singapura Perjuangkan Kebijakan VoA untuk Bintan

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad (tengah) didampingi Dubes RI untuk Singapura, Suryopratomo (kanan) dan General Manager PT Bintan Resort Cakrawala (BRC), Abdul Wahab memberikan keterangan pers kebijakan VoA untuk meningkatkan kunjungan turis usai flag off Bintan Triathlon 2023 di Lagoi Bay Bintan, Sabtu (21/10/2023). (F. dok humas pemprov kepri)

BINTAN (Kepri.co.id) – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dan Dubes RI untuk Singapura, Suryopratomo akan memperjuangkan kebijakan khusus visa on arrival (VoA) kepada pemerintah pusat.

Kebijakan VoA khusus untuk Bintan ini, agar VoA ditiadakan mengingat kunjungan wisatawan ke Bintan hanya 3,5 sampai 4 hari. Kalaupun tak bisa ditiadakan, agar dibuat short visit visa dari tarif 50 dolar Amerika menjadi 10 dolar Amerika.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Ansar didampingi Dubes RI untuk Singapura, Suryopratomo pada konferensi pers usai flag off Bintan Triathlon 2023 di Lagoi Bay Bintan, Sabtu (21/10/2023).

BACA JUGA:   Cen Sui Lan Serahkan 1 Ambulans ke NU Kota Batam, Sekaligus Program 50 Unit Bedah Rumah

Seperti diketahui, Bintan Triathlon sukses kembali digelar setelah vakum tiga tahun dan diikuti lebih dari 500 peserta dari 35 negara.

Menurut Gubernur Ansar, pasca pandemi, jika ingin Kepri kembali menjadi primadona pariwisata di Indonesia, kebijakan VoA di Kepri mesti segera diputuskan.

“Pekerjaan rumah (PR) kita, kita harus terus mendorong pemerintah pusat supaya VoA itu kalau bisa ditiadakan, kalau tidak memungkinkan pun kita minta keringanan supaya diberlakukan short visa,” ujarnya.

Gubernur Ansar mengatakan, jika tidak memungkinkan VoA dinihilkan, short visit visa dengan biaya lebih rendah bisa menjadi opsi menambah ketertarikan wisatawan asing mengunjungi Kepri.

BACA JUGA:   Satlantas Operasi Seligi 2023 Sekaligus Bagikan Sembako

“Apalagi untuk even singkat seperti triathlon, penting sekali short visit untuk turis kita karena tidak bisa menggeneralisir turis kita yang saat ini rata-rata 3,5 sampai 4 hari length of stay,” beber Gubernur Ansar.

Hal tersebut diamini Dubes RI untuk Singapura, Suryopratomo. Menurutnya, fakta Bintan daerah pertama yang dibuka akses untuk pariwisata pasca pandemi Covid-19 tidak boleh dilupakan. Setelah dibuka, even-even inilah yang menjadi pemicu hadirnya wisatawan asing.

“Mudah-mudahan upaya kita bersama terus melobi Dirjen Imigrasi dan Pemerintah Pusat, dapat didengar dan kebijakan VoA segera diberlakukan,” harapnya.

BACA JUGA:   Hadiri Peresmian Gereja St Fransiskus Asisi, Ansar: Tak Ada Masyarakat Kelas 1 dan 2

Sementara itu General Manager PT Bintan Resort Cakrawala (BRC), Abdul Wahab selaku penyelenggara acara bersama Trifactor Singapore, mengakui, even Bintan Triathlon ini jumlah pesertanya kurang dari penyelenggaraan sebelum Covid-19.

Menurut Wahab, salah satu penyebab terbesarnya adalah persoalan visa on arrival.

“Kami berharap dengan sangat adanya visa on arrival secara singkat, yang tadinya 50 dolar, menjadi misalnya 10 dolar. Kebijakan ini akan lebih memungkinkan peminat yang akan datang berpartisipasi dalam even-even di Bintan,” ujar Wahab. (hen)