Kapolri Tinjau Lokasi Gempa Bumi Cianjur

Kapolri Jenderal Listyo Sigit menjenguk korban luka akibat gempa bumi magnitudo 5,6 SR di Cianjur, Selasa (22/11/2022). (F. dok humas polri)

CIANJUR (Kepri.co.id) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menjenguk pasien korban bencana alam gempa bumi Cianjur di Rumah Sakit (RS), posko pengungsian dan dapur umum, Selasa (22/11/2022).

Sigit memastikan, masyarakat yang terdampak telah mendapatkan bantuan dari jajaran kepolisian dan pihak terkait lainnya.

Sigit menekankan, jajaran kepolisian bersama pihak terkait lainnya, sudah langsung bergerak memberikan bantuan-bantuan yang dibutuhkan masyarakat terdampak bencana alam tersebut.

“Saya ingin mengecek langsung, kegiatan dari teman-teman yang sudah mulai bergerak dari tadi malam,” ujar Kapolri.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit menjenguk warga yang sakit dan luka-luka akibat gempa bumi magnitudo 5,6 SR di Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). (F. dok humas polri)

Tadi, kata Kapolri, dirinya menanyakan, ke Dokter bagaimana kerja sama semuanya. Jawaban yang didapatkan Sigit, semua berjalan baik antara rumah sakit daerah dan personel dari kedokteran Polri.

“Alhamdullilah, semua kerja sama telah berjalan baik,” kata Sigit usai meninjau pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang, Cianjur, Jawa Barat, Selasa, (22/11/2022).

Lebih dalam, Sigit menyebut, tinjauannya kali ini, untuk memastikan apakah bantuan seperti makanan, dapur umum, air bersih, posko pengungsian, dan fasilitas kesehatan sudah berjalan baik dan maksimal, memberikan bantuan kepada korban gempa bumi.

Tak hanya itu, Sigit menyatakan, telah berkoordinasi langsung dengan personel kepolisian yang ditugaskan untuk proses evakuasi dari para korban gempa bumi tersebut.

Menurutnya, jajaran Korps Bhayangkara beserta pihak lainnya sudah bekerja maksimal dalam proses tersebut.

“Harapannya, kita bisa semaksimal mungkin melakukan apa yang bisa dilakukan.Untuk membantu masyarakat yang terkena musibah. Kejadian ini menjadi duka cita dan belasungkawa bagi kita semua,” ujar Sigit.

Dalam tinjauannya, salah satu yang diminta difokuskan, kata Sigit, soal fasilitas kesehatan bagi para korban yang terluka cukup parah. Sehingga, membutuhkan operasi medis.

Terkait hal itu, Sigit mengatakan, TNI, Polri, RSUD, serta RS swasta sudah bekerja sama untuk mengutamakan hal tersebut kepada korban yang membutuhkan bantuan.

“Sebagian besar karena ada beberapa kondisi akibat gempa, seperti tindakan operasi yang harus dilakukan segera, belum bisa dilakukan karena mungkin ada kondisi gedung yang tentunya belum siap atau perlu ada perbaikan,” kata Kapolri.

Tadi, aku Sigit, pihaknya meminta untuk dilaksanakan operasi di rumah sakit Bhayangkara yang sudah siap. “Proses itu yang kita lakukan,” ucap Sigit.

“Tentunya, seluruh rumah sakit milik TNI, saya kira siap dan semua rumah sakit swasta di samping RSUD akan kerja sama. Yang penting, bagaimana supaya pasien yang ada segera tertangani. Khususnya yang kondisinya cukup kritis dan harus segera dilakukan langkah-langkah,” tambah Sigit menegaskan.

Di sisi lain, Sigit mengungkapkan, Kepolisian juga akan memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing kepada masyarakat. Khususnya, anak-anak yang menjadi korban gempa bumi.

“Kita mempersiapkan tim psikologi, melakukan trauma healing khususnya di pengungsian dan rumah sakit. Memang banyak anak, dan itu menjadi bagian yang kita lakukan, paling tidak memberikan motivasi semangat dalam situasi sedang tertimpa bencana,” papar Sigit.

Sigit menambahkan, setelah fokus melakukan evakuasi korban gempa bumi, nantinya personel kepolisian akan diminta melakukan pengamanan di rumah warga yang ditinggalkan, untuk menghindari terjadi potensi kejahatan.

“Saya minta Pak Kapolda (Jawa Barat) ikut melaksanakan patroli, khususnya di rumah-rumah yang ditinggalkan,” tutup Sigit. (hen)