TEHERAN (Kepri.co.id – Xinhua) – Waktu yang dibutuhkan bagi Iran melakukan pembalasan atas pembunuhan Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh mungkin akan “lama,” ungkap Ali-Mohammad Naeini, juru bicara (jubir) Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/ IRGC) Iran, pada Selasa (20/8/2024).
Pada sebuah konferensi pers di Teheran, Naeini menjelaskan, tidak perlu terburu-buru merespons dan bahwa pengaturan waktu reaksi Iran mungkin akan diperpanjang. Dia mengungkapkan, Israel akan mengalami ketidakpastian saat Iran merencanakan responsnya.
Baca Juga: Iran Bersumpah Tindak “Tegas” Pembunuh Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh
Dia juga menyebutkan, pembalasan Iran kemungkinan tidak serupa dengan operasi-operasi sebelumnya dan berbagai opsi sedang dipertimbangkan.
Jubir IRGC mengeklaim, Israel tidak mencapai tujuannya dengan pembunuhan Haniyeh, seraya menegaskan “front perlawanan telah menjadi lebih kuat” alih-alih melemah.
Dia meyakinkan, para pemimpin militer Iran akan merencanakan dengan hati-hati respons mereka atas pembunuhan Haniyeh, yang bertujuan memengaruhi strategi Israel.
Baca Juga: Iran: Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Tewas Akibat “Proyektil Jarak Pendek”
Pada Senin (19/8/2024), Wakil Komandan IRGC Ali Fadavi menggambarkan tindakan Israel sebagai “kejahatan besar” dan memperingatkan akan adanya respons yang lebih keras, dibandingkan pembalasan Iran sebelumnya pada April 2024 lalu, yang terjadi usai serangan terhadap Kedutaan Besar Iran di Damaskus, menurut kantor berita semiresmi Iran, Fars.
Fadavi menyatakan, respons tersebut akan datang pada waktu dan tempat yang tepat dan Iran akan memutuskan kapan dan bagaimana mereka bertindak.
Haniyeh, yang berkunjung ke Iran menghadiri upacara pelantikan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, pada 31 Juli 2024 lalu tewas bersama seorang pengawalnya, saat kediaman mereka di Teheran diserang. Iran menyalahkan Israel atas serangan tersebut dan berjanji memberikan respons yang keras.
Baca Juga: Iran Sebut Pembunuhan Pemimpin Hamas Rusak Stabilitas Regional dan Internasional
Israel belum mengonfirmasi atau membantah keterlibatannya dalam serangan tersebut. (hen/ xinhua-news.com)







