Maknai 1 Muharram 1445 Hijriah, Ansar Ajak Menjadi Orang yang Berguna

Gubernur Kepri, H Ansar Ahmad yang juga kerap menjadi khatib Jumat ini, menyampaikan pesan makna 1 Muharram 1445 H di salah satu masjid di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (20/7/2023). (F. dok humas pemprov kepri)

ANAMBAS (Kepri.co.id) – Kunjungan kerja (kunker) Gubernur Kepri, H Ansar Ahmad yang bertepatan dengan tahun baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriah di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (20/7/2023).

Kunker orang nomor satu di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri itu, disejalankan dengan safari dakwa bersama ustadz Derry Sulaiman.

Baca Juga: Sembari Safari Ramadan, Ansar Distribusikan Bantuan ke Kabupaten Anambas

Ansar, menyebut tahun baru hijriah merupakan momen istimewa bagi setiap Muslim. Saat memasuki tahun baru ini, seluruh umat Islam semestinya merenung dan melakukan muhasabah diri.

“Rasulullah SAW bersabda, orang yang paling mencintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat bagi sesama,” ujar Ansar

BACA JUGA:   Gagas Pembentukan Direktorat Reskrim Siber Polda Kepri

Oleh karena itu, ajak Ansar, mari kita melakukan introspeksi, melihat sejauh mana kita telah berusaha menjadi orang yang berguna bagi orang lain dan masyarakat sekitar kita.

Peringatan tahun baru Hijriah juga, dimaknai Gubernur Ansar, mendalami pentingnya hijrah, baik secara harfiah maupun maknawi.

Secara harfiah, hijrah mengajarkan peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Rasulullah dan para sahabatnya melakukan hijrah untuk menyebarkan ajaran Islam dan mencari kebebasan beribadah tanpa gangguan.

“Dari hijrah ini, kita dapat mengambil pelajaran tentang kesabaran, ketabahan, dan kepercayaan kepada Allah dalam menghadapi cobaan dan tantangan dalam hidup,” ujar Ansar.

BACA JUGA:   Kondisi Geografis, Ansar Minta Menteri KKP Tetapkan Enam Pelabuhan Perikanan di Kepri

Adapun dalam tausyiahnya, Ustadz Derry Sulaiman memfokuskan perbincangan keutamaan kehidupan di akhirat. Allah telah menyiapkan balasan yang luar biasa untuk orang-orang yang beriman dan beramal soleh. Kehidupan di akhirat adalah kehidupan yang kekal dan abadi, tanpa ada kesedihan, kekhawatiran atau penderitaan.

Di akhirat, Allah telah menjanjikan kenikmatan yang tiada tara bagi orang-orang yang taat kepada-Nya. Di surga, kita akan menikmati kenikmatan yang tak terbayangkan, di mana mata tidak pernah lelah melihat, telinga senantiasa mendengar keindahan, dan hati merasa penuh dengan kebahagiaan.

BACA JUGA:   Rudi-Aunur Teken Kerja Sama Sinergi Batam dan Karimun

“Kehidupan dunia hanya sementara. Harta serta kedudukan yang kita kumpulkan di dunia ini tidak akan kita bawa ke akhirat. Sebaliknya, apa yang kita amalkan dengan ikhlas untuk Allah dan kebaikan sesama, akan menjadi bekal kita di akhirat kelak,” pesan ustadz Derry. (hen)