Semangat Raden Ajeng Kartini terasa hidup di ruang-ruang sederhana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIB Batam, Rabu (22/4/2026).
BATAM, Kepri.co.id
——————————-
DI balik jeruji, peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni, melainkan momen yang menggetarkan hati—tentang harapan, harga diri, dan kesempatan kedua bagi perempuan untuk kembali berdiri tegak.
Balutan kebaya warna-warni dan sanggul sederhana, menghiasi para warga binaan.
Di tengah keterbatasan, mereka menampilkan keanggunan yang tidak pudar oleh keadaan.
Langkah-langkah di atas catwalk sederhana dalam lomba fashion show bukan sekadar peragaan busana, melainkan simbol keberanian untuk menerima diri, merawat martabat, dan melangkah menuju perubahan.
Suasana haru kian terasa saat tari persembahan dibawakan dengan penuh penghayatan. Setiap gerakan seakan menjadi bahasa yang menyampaikan perjalanan batin—dari penyesalan menuju harapan, dari keterbatasan menuju cahaya baru.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Batam, Nur Mustafidah AMdIP SSos MH, menegaskan, peringatan ini bukan hanya tentang mengenang perjuangan Kartini, tetapi juga tentang menyalakan kembali semangat perempuan di dalam lapas.
”Ini bukan sekadar perayaan. Ini adalah ruang bagi mereka membuktikan, proses memperbaiki diri sedang berjalan. Mereka adalah perempuan-perempuan tangguh yang tengah menata masa depan,” ujarnya.
Berbagai lomba kreatif seperti fashion show kebaya dan lomba makeup, menjadi sarana menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus keterampilan.
Di balik cermin rias, tersimpan tekad untuk kembali ke masyarakat dengan identitas baru—lebih kuat, lebih siap, dan lebih bermartabat.
Dalam suasana penuh kehangatan, pesan kemanusiaan pun disampaikan. Bahwa setiap perempuan, tanpa terkecuali, berhak atas kesempatan kedua.
Pendidikan dan pembinaan di dalam lapas menjadi pelita yang menerangi jalan pulang mereka—bukan hanya sebagai individu yang telah belajar dari masa lalu, tetapi juga sebagai ibu, anak, dan bagian dari masyarakat yang siap berkontribusi.
”Kelak, ketika mereka kembali, harapan mereka menjadi Kartini-Kartini baru yang menjaga keluarga dan membawa perubahan positif,” tambahnya dengan nada haru.
Peringatan ini menjadi pengingat, bahwa kemajuan bangsa tidak lepas dari peran perempuan.
Bahkan, dari balik jeruji sekalipun, semangat untuk bangkit dan menjaga marwah tidak pernah padam.
Di sanalah, terang itu perlahan tumbuh—menguatkan langkah menuju masa depan yang lebih bermakna. (asa)







