Kisah Perjalanan Esther Samosir Pakpahan dan Anaknya Meraih Harapan dan Prestasi di China

Kisah Perjalanan Esther Samosir Pakpahan dan Anaknya Meraih Harapan dan Prestasi di China
Foto yang diabadikan pada awal Juli 2024 ini, menunjukkan Timothy Joseph Hutagaol, pemuda Indonesia yang telah menyelesaikan studi di Universitas Tianjin, China utara, berfoto bersama ibunya saat upacara wisuda kampusnya. Timothy mendapat gelaran sarjana kimia di Universitas Tianjin. (F. Xinhua)

Sebagai seorang pengusaha wanita, Esther Samosir Pakpahan yang berasal dari Indonesia, telah mengunjungi banyak negara dan kawasan di seluruh dunia. Namun, tidak ada perjalanan yang menandingi kunjungannya ke Kota Tianjin di China utara pada Juli 2024 ini.

Di Universitas Tianjin, universitas modern pertama di China, dia menyaksikan putranya, Timothy Joseph Hutagaol, lulus dengan penghargaan dan meraih gelar sarjana.

“Saya sangat bangga padanya,” kata Esther. “Saya sangat berterima kasih kepada pihak universitas, karena telah memaksimalkan potensi terbaik putra saya.”

Baca Juga: Perjalanan Luar Biasa Mahasiswi Malaysia Jelajahi Ilmu Biologi di China

Timothy memulai perjalanannya di China empat tahun lalu dan kini telah meraih pencapaian memuaskan. Namun, jalannya masih panjang karena dia mendapatkan beasiswa penuh dari program Beasiswa Pemerintah China (Chinese Government Scholarship /CSC), mengikuti program magister di bidang teknik kimia di Universitas Tianjin.

“Saya ingin ibu saya menjadi bagian dari perjalanan saya yang luar biasa di China. Tanpa cinta dan dukungannya, saya tidak akan berada di sini,” kata Timothy.

Dibesarkan seorang ibu tunggal sejak usia belia, Timothy memikul tanggung jawab memenuhi harapan sang ibu dan belajar tentang kemandirian sejak dini.

“Ibu saya sangat menjunjung tinggi pendidikan,” kata Timothy, yang belajar dengan giat dan lulus dari sekolah menengah atas (SMA) dengan performa akademis memuaskan pada Ujian Nasional tahun 2019. Kemudian, Timothy memutuskan mengambil program sarjana di Universitas Tianjin, China.

“Saya menyukai sains dan teknik. Tidak ada jurusan yang menggabungkan keduanya dengan lebih baik daripada teknik kimia,” katanya.

Timothy mengetahui, Universitas Tianjin merupakan satu dari dua universitas Asia pertama sekaligus universitas China pertama, yang mendapatkan akreditasi tingkat master dari Institution of Chemical Engineers (IChemE).

Foto tak bertanggal ini, menunjukkan Timothy Joseph Hutagaol, pemuda Indonesia yang telah menyelesaikan studi di Universitas Tianjin di Tianjin, China utara, berfoto dalam sebuah acara budaya yang digelar di kampusnya. (F. Xinhua)

“Saya menentukan pilihan ini dan mendapat dukungan penuh dari ibu saya,” kata Timothy, seraya menambahkan, dia menerima surat penerimaan dari Universitas Tianjin dengan beasiswa program studi teknik kimia pada musim panas tahun 2020, menjadikan dirinya sebagai orang pertama sekaligus satu-satunya dari generasi keluarganya mendapatkan beasiswa program sarjana di luar negeri dengan biaya penuh dan lulus dari universitas di luar negeri.

Selama masa studinya, Timothy berkolaborasi dengan sejumlah mahasiswa program doktor dan pascasarjana di laboratorium universitas itu, dan menerbitkan satu makalah di Journal of Food Chemistry sebagai penulis pertama serta satu makalah lainnya di Journal of Applied Energy sebagai penulis pendamping.

“Pengalaman ini memperkuat minat saya terhadap riset teknik kimia. Hal ini sangat membantu saya mendapatkan beasiswa CSC,” kata Timothy.

Berbagai pencapaian lainnya menanti Timothy di masa mendatang. “Kehidupan saya sebagai mahasiswa menunjukkan kepada saya, tidak ada batasan atau penghalang bagi perkembangan seseorang selama Anda berjuang mewujudkannya.”

Timothy, yang ingin menunjukkan kehidupan aslinya di China kepada lebih banyak anak muda, merupakan salah satu duta mahasiswa pertama yang membantu universitas itu merekrut mahasiswa internasional.

Timothy juga mengelola akun pribadi terbuka di berbagai platform media sosial, termasuk Facebook, YouTube, Instagram, WeChat, dan Bilibili, dan membuat ratusan unggahan yang menjangkau lebih dari 1 juta pengguna secara keseluruhan.

Selama empat tahun, Timothy sukses memandu lebih dari 50 mahasiswa melewati proses penerimaan di Universitas Tianjin, dan memenangkan gelar duta mahasiswa berprestasi selama tiga tahun berturut-turut.

Pada akhir Juni 2024 lalu, menabalkan kisah perjalanan Esther Samosir Pakpahan dan anaknya Timothy meraih harapan dan prestasi di China. Akhir Juni 2024 itu, Esther tiba di Universitas Tianjin, melihat secara langsung kampus tempat putranya menghabiskan empat tahun yang bermanfaat dan penuh perjuangan.

Yang lebih menggembirakan lagi, Esther mengetahui putranya menjadi satu dari lima mahasiswa internasional pertama yang fotonya dipajang di spanduk lulusan berprestasi.

“Foto putra saya terpampang di spanduk-spanduk di sepanjang jalan utama kampus,” kata Esther, “Ini sangat menginspirasi, dan merupakan kehormatan besar bagi keluarga saya.”

Bagi Timothy, spanduk itu dan kehadiran ibunya saat wisuda menjadi penutup yang sempurna bagi studi sarjananya.

Selama waktu luang mereka, Timothy mengajak ibunya berjalan-jalan mengelilingi Kota Tianjin.

“Tianjin sangat bersih dan tertata dengan baik,” kata Esther. “Begitu banyak teknologi modern di segala penjuru. Bahkan, pembayaran dilakukan melalui kode QR. Sangat mengesankan.”

Lingkungan yang baik dan fasilitas berkualitas baik di kota maupun di kampus, membuat kisah perjalanan Esther Samosir Pakpahan dan anaknya meraih harapan dan prestasi di China, semakin mantap mendukung Timothy melanjutkan studi di Universitas Tianjin.

Timothy tidak sabar memulai studi pascasarjana di universitas ini. “Selalu menarik untuk mencoba sesuatu yang baru, bukan?” (asa/ xinhua-news.com)