Badan Keamanan Tertinggi Iran Perintahkan Penanganan Cepat Permohonan Melintasi Selat Hormuz

Badan Keamanan Tertinggi Iran Perintahkan Penanganan Cepat Permohonan Melintasi Selat Hormuz
Foto yang diabadikan dengan ponsel ini, menunjukkan kapal-kapal dagang yang tertahan di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara, pada 29 Mei 2026. (F. Xinhua/Wen Xinnian)

TEHERAN (Kepri.co.id – Xinhua) – Badan keamanan tertinggi Iran pada Kamis (18/6/2026) mengumumkan, pihaknya telah mengeluarkan perintah penanganan segera atas permohonan kapal-kapal yang ingin melintasi Selat Hormuz, sejalan dengan upaya mewujudkan tujuan nota kesepahaman (memorandum of understanding/ MoU) yang baru diteken antara Teheran dan Washington.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (Supreme National Security Council/ SNSC) Iran, menyampaikan pengumuman itu dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh media Iran, beberapa jam setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menandatangani MoU itu secara elektronik.

SNSC menuturkan, berdasarkan MoU tersebut, kapal-kapal yang mengajukan permohonan untuk melintasi Selat Hormuz tidak akan dipungut biaya selama 60 hari, dan seluruh pengeluaran akan ditanggung oleh pemerintah Iran.

Kapal-kapal yang ingin melakukan transit di selat tersebut, diwajibkan mengirim permohonan mereka kepada Otoritas Selat Teluk Persia (Persian Gulf Strait Authority/ PGSA), imbuh SNSC.

“Mengingat situasi khusus dan beberapa risiko keselamatan di sepanjang rute pelayaran itu, dan demi memastikan keamanan lalu lintas dan mencegah kecelakaan maritim, kapal-kapal diwajibkan melewati rute yang telah diumumkan dan pada waktu yang telah ditentukan,” urai SNSC, sembari menjamin bahwa lalu lintas di jalur air tersebut akan meningkat secara bertahap.

SNSC mengatakan, pengaturan eksekutif dan detail teknis terkait pelayaran melintasi selat itu akan diumumkan melalui PGSA.

Iran, Amerika Serikat, dan Pakistan pada Senin (15/6/2026) pagi, mengumumkan finalisasi MoU yang bertujuan mengakhiri konflik di semua front, termasuk Lebanon. Pezeshkian dan Trump telah menandatangani MoU tersebut, secara elektronik pada Kamis (18/6/2026) pagi. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Sekutu Eropa Tolak Seruan Trump untuk Misi Militer di Selat Hormuz

AS dan Iran Teken MoU Secara Elektronik untuk Akhiri Perang