SHANGHAI (Kepri.co.id – Xinhua) – SUN QING, Koresponden Xinhua melakukan percakapan dengan Robot AgiBot A2. “Apakah Anda bisa melakukan Kung Fu?” tanya Sun Qing.
“Tentu saja, saya bisa melakukan beberapa gerakan dasar Tai Chi. Apakah Anda ingin melihatnya?” jawab Robot AgiBot A2.
Koresponden Kantor Berita Xinhua melaporkan dari Shanghai, China. (XHTV)
Mulai dari menampilkan seni bela diri China hingga memandu tur keliling, robot humanoid China melangkah ke luar dari laboratorium dan masuk ke dalam skenario dunia nyata.
Sebelumnya, pada Desember 2025 ini, perusahaan robotika AgiBot meluncurkan robot humanoid ke-5.000-nya yang diproduksi secara massal.
“Untuk produk seperti robot, memproduksi unit yang paling pertama berarti prinsip-prinsip yang mendasarinya telah divalidasi sepenuhnya. Dua ratus unit pertama sangat penting, untuk membuat lini produksi siap beroperasi,” ujar Wakil Presiden Senior AgiBot, Wang Chuang.
Mencapai 1.000 unit, berarti bahwa berbagai macam skenario aplikasi dapat dibuat. “Mencapai 5.000 unit, berarti bahwa beberapa skenario kini benar-benar siap untuk diterapkan,” kata Wang Chuang.
Seiring dengan penerapan komersial skala besar yang semakin mendekati kenyataan, Anda mungkin penasaran: bagaimana robot-robot ini dikembangkan dan dilatih?
Perjalanan sebuah robot dari perakitan hingga pengiriman melibatkan uji fungsional, reliabilitas, dan simulasi yang ketat, diikuti dengan validasi kinerja akhir, seperti uji berjalan dan uji beban.
“Ini adalah pabrik produksi AgiBot A2. Area ini relatif senyap, karena di sinilah perangkat lunak robot diprogram. Pada tahap ini, perangkat lunak yang diinstal di pabrik dipasang pada setiap robot untuk pertama kalinya, memberi robot kemampuan dasar yang diperlukan sebelum dikirim,” ujar Direktur Penelitian dan Pengembangan (Litbang) AgiBot, Cao Xu.
Di sebelah kiri adalah area uji reliabilitas, lanjut Cao Xu. “Di sini, kami menguji robot-robot di permukaan komposit, termasuk karpet dan marmer, serta medan yang miring. Setiap robot diharuskan menjalani tes berjalan, bergerak, dan berbicara pada beragam permukaan ini.”
Di pusat pengumpulan data khusus AgiBot, robot dilatih menggunakan data yang dikumpulkan dari beragam skenario kehidupan nyata.
“Untuk melatih sebuah robot dalam melakukan berbagai macam tugas, pertama-tama kita perlu mengumpulkan data dari beragam skenario realistis. Setelah kita memiliki kumpulan data yang besar dan beragam, kita dapat menggunakan teknik seperti pemelajaran imitasi, agar robot pada hakikatnya meniru cara manusia melakukan tugas-tugas dasar dari hari ke hari dalam rumah tangga, di bidang manufaktur, di bidang logistik, dan dalam skenario ritel,” ujar Presiden, Kecerdasan Berwujud (Embodied Intelligence) AgiBot, Yao Maoqing.
Perusahaan yang berbasis di Shanghai itu, telah membuat kumpulan data simulasi masif menjadi open-source. Kumpulan data tersebut, mencakup lima skenario utama yakni rumah, pasar swalayan komersial, kantor, tempat katering, dan lingkungan industri.
Di mata para wirausahawan muda ini, robot humanoid akan benar-benar berintegrasi ke dalam kehidupan sehari-hari manusia, dalam waktu sekitar tiga hingga lima tahun.
“Fakta bahwa 5.000 unit telah ke luar dari lini produksi, menjadi validasi awal dari sistem produksi massal kami. Hal itu memberi kami kepercayaan diri yang lebih besar untuk merencanakan peta jalan produksi 10.000 unit pada tahun depan dan bahkan 100.000 unit di masa mendatang,” ujar Peng Zhihui, salah satu pendiri AgiBot. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Robot Humanoid Tampilkan Flash Mob di Ajang CIIE
Mengintip Ajang Kejuaraan Robot Humanoid Tingkat Dunia yang Digelar di Beijing, China
Menengok Robot Humanoid China yang Dapat Ganti Baterai Sendiri Tanpa Intervensi Manusia
Robot Humanoid Melenggang di Catwalk di Tianjin, China
Seperti Manusia, Robot Humanoid Tiru Gerakan Pelemasan Otot
Lomba Setengah Maraton Pertama untuk Robot Humanoid Dibuka di Beijing
Untuk Pertama Kalinya, Robot Humanoid Bekerja sebagai Tim di Pabrik Mobil China
