DALLAS (Kepri.co.id – Xinhua) – Lionel Messi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di ajang Piala Dunia, saat Argentina berhasil mengamankan satu tempat di fase gugur berkat kemenangan 2-0 atas Austria pada Senin (22/6/2026).
Messi menebus kegagalannya mengeksekusi penalti sebelumnya dengan mencetak gol ke-17-nya di ajang Piala Dunia, menyambar umpan silang Facundo Medina untuk melampaui rekor yang sebelumnya dia pegang bersama Miroslav Klose asal Jerman.
Peraih delapan kali penghargaan Ballon d’Or tersebut, yang akan menginjak usia 39 tahun pada Rabu (24/6/2026), kembali mencetak gol pada stoppage time babak kedua untuk membukukan dwigol sekaligus menambah koleksinya menjadi lima gol dalam turnamen kali ini.
Hasil itu, mengantarkan Argentina menduduki posisi teratas Grup J dengan torehan enam poin, unggul tiga poin dari Austria yang menduduki peringkat kedua dengan satu laga tersisa sebelum babak 32 besar dimulai.
Argentina sempat mengancam di awal laga melalui sepakan Thiago Almada, yang hanya mengenai jaring samping gawang, sebelum Lautaro Martinez dijatuhkan di kotak penalti, akibat tekel Stefan Posch dan Xaver Schlager. Setelah melakukan peninjauan video, wasit akhirnya menunjuk titik putih, tetapi Messi gagal mengeksekusi peluang pada menit kesembilan tersebut saat tendangannya melebar.
Alur pertandingan tetap terputus-putus setelah kegagalan penalti tersebut. Austria sesekali menekan Argentina mundur dan merangsek maju melalui lini tengah mereka, sementara Marcel Sabitzer, yang mencatatkan penampilan ke-100 bersama tim nasional Austria, dan Konrad Laimer menjadi opsi serangan yang konsisten di sisi kiri.
Argentina tampak kesulitan menembus rapatnya lini tengah Austria dan hanya menciptakan beberapa peluang bersih. Messi nyaris mencetak gol pada menit ke-19 usai menerima umpan Martinez, tetapi kiper Alexander Schlager bereaksi cepat untuk menggagalkan upaya tersebut.
Sang juara bertahan secara bertahap mulai meningkatkan penguasaan bola melalui Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, dan Enzo Fernandez seiring bergesernya kendali permainan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-38. Medina mengirim umpan silang mendatar dari sayap kiri dan Almada dengan cerdik membiarkan bola melewatinya, memungkinkan Messi melepaskan tendangan kaki kiri yang tidak dapat dibendung oleh Schlager.
Austria terus menekan sebelum jeda, namun kesulitan menciptakan peluang signifikan untuk menembus pertahanan Argentina, sehingga tim asuhan Lionel Scaloni tersebut memimpin 1-0 saat turun minum.
Tim Eropa itu mengawali babak kedua dengan intensitas serangan yang lebih tinggi dan akhirnya menguji ketangguhan Emiliano Martinez pada menit ke-54, saat sepakan keras Sabitzer berhasil memaksa kiper Argentina tersebut melakukan penyelamatan.
Pelatih Austria, Ralf Rangnick merespons ketertinggalan timnya melalui serangkaian perubahan pada lini serang demi memburu gol penyeimbang, dengan memasukkan Marko Arnautovic dan kemudian Carney Chukwuemeka. Austria cukup lama mendominasi penguasaan bola dan terus mengirim bola ke kotak penalti, tetapi lini pertahanan Argentina sebagian besar tetap tampil solid.
Argentina juga melakukan penyegaran pada lini serang, dengan memasukkan Julian Alvarez dan Nico Gonzalez, saat Scaloni berupaya mempertahankan keunggulan dan memanfaatkan ruang-ruang yang ditinggalkan oleh tim Austria yang semakin berani menyerang.
Peluang terbaik Austria hadir saat pengujung laga, yakni pada stoppage time babak kedua, ketika Kevin Danso menyundul bola hasil tendangan bebas ke kotak penalti yang dipenuhi para pemain, di mana sundulan Patrick Wimmer hanya melebar tipis dari sasaran.
Harapan Austria untuk bangkit pada menit-menit akhir laga, akhirnya pupus beberapa saat kemudian. Tendangan Alvarez berhasil digagalkan sebelum upaya lanjutan Messi juga diblok. Namun, penyerang tersebut bereaksi paling cepat untuk menyambar dan menyarangkan bola ke gawang pada menit kelima added time babak kedua.
Messi nyaris mencetak hattrick lewat tendangan bebas pada akhir laga yang hanya melebar tipis di sisi gawang Austria, tetapi dwigol-nya sudah cukup untuk mengunci kemenangan kedua Argentina di turnamen kali ini. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Cristiano Ronaldo Kembali Torehkan Partisipasi di Piala Dunia pada Usia 41 Tahun
Dwigol Mbappe Antar Prancis Libas Senegal dalam Laga Grup I Piala Dunia 2026
Debut Bersejarah Yordania di Piala Dunia Satukan Bangsa dalam Kebanggaan dan Harapan
Piala Dunia FIFA 2026 Resmi Dibuka di Mexico City
