KARIMUN (Kepri.co.id) – Knalpot kendaraan bermotor (ranmor) roda dua yang menimbulkan suara bising hingga menimbulkan gangguan masyarakat, menjadi perhatian kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) Polres Karimun.
Satlantas Polres Karimun, melakukan KRYD sosialisasi penindakan terhadap knalpot tidak standar atau knalpot brong/ bising selama satu minggu di depan Mako Polres Karimun, Kamis (18/1/2024).
Sosialisasi dan penindakan juga dilakukan di Costal Area Karimun, SMPN 2 Tebing Karimun, SMAN 1 Karimun, SMA Swasta Maha Bodhi Karimun, SMAN 2 Karimun, SMK Yaspika Karimun, dan SMPN 1 karimun.
Kasat Lantas Polres Karimun, Iptu Dristica Brian A L STrK MM, menyampaikan, penindakan dan penyitaan knalpot pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot brong tersebut, merupakan upaya preventif Kepolisian mencegah terjadinya gangguan kamtibmas dan laporan dari masyarakat Karimun, yang sangat terganggu mendengar sepeda motor menggunakan knalpot brong/ bising.
Hasil sosialisasi dan penertiban knalpot brong/ bising ini, Satlantas Polres Karimun menyita kenalpot brong/ bising 62 unit dari rangkaian kegiatan penertiban, serta KRYD Polres Karimun.
“Tujuan kegiatan sosialisasi dan penertiban knalpot brong/ bising ini, memberikan pemahaman terhadap keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas,” ujar Kasat Lantas.
Selain itu, lanjut Kasat Lantas, memberikan imbauan agar tidak menggunakan knalpot brong/ bising yang mana sesuai pasal 285 ayat 1 Jo pasal 106 ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dapat dikenakan hukuman penjara satu bulan atau denda maksimal Rp250.000. (hen)







