Foto yang diabadikan di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 15 Januari 2025 ini menunjukkan warga Palestina yang bereaksi terhadap kabar tentang kesepakatan gencatan senjata dengan Israel. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
DOHA (Kepri.co.id – Xinhua) – Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza, setelah melewati upaya mediasi intensif oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat (AS), demikian diumumkan perdana menteri (PM) Qatar pada Rabu (15/1/2025).
Kesepakatan itu mencakup fase awal penghentian pertempuran di Gaza, yang telah berlangsung selama lebih dari 15 bulan, selama 42 hari.
Militer Israel akan menarik pasukannya dari area-area padat penduduk ke pinggiran Gaza, sehingga memungkinkan pengungsi Palestina kembali ke rumah mereka di Jalur Gaza.
Bantuan kemanusiaan akan diizinkan masuk. Sebanyak 600 truk akan memasuki Gaza setiap harinya, termasuk 50 truk di antaranya yang mengangkut bahan bakar yang sangat dibutuhkan untuk memulihkan aliran listrik di wilayah tersebut, lapor stasiun berita milik pemerintah Israel, Kan TV.
Dalam sebuah konferensi pers, PM sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, mengumumkan, Israel dan Hamas sepakat akan melakukan pertukaran sandera dan tawanan serta menciptakan ketenangan yang berkelanjutan, yang bertujuan mewujudkan gencatan senjata permanen.
Pelaksanaan kesepakatan ini dijadwalkan berlaku pada Minggu (19/1/2025), dengan Hamas membebaskan 33 sandera sebagai ganti tawanan Palestina pada fase pertama. Rincian fase selanjutnya akan diumumkan kemudian. (amr/ xinhua-news.com)
Foto yang diabadikan di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 15 Januari 2025 ini menunjukkan warga Palestina yang bereaksi terhadap kabar tentang kesepakatan gencatan senjata dengan Israel. (F. Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Foto yang diabadikan di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 15 Januari 2025 ini menunjukkan warga Palestina yang bereaksi terhadap kabar tentang kesepakatan gencatan senjata dengan Israel. (F. Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Foto yang diabadikan di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 15 Januari 2025 ini menunjukkan warga Palestina yang bereaksi terhadap kabar tentang kesepakatan gencatan senjata dengan Israel. (F. Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Foto yang diabadikan di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 15 Januari 2025 ini, menunjukkan warga Palestina yang bereaksi terhadap kabar tentang kesepakatan gencatan senjata dengan Israel. (F. Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Kerabat dan pendukung sandera yang ditawan di Jalur Gaza saling berpelukan di Tel Aviv, Israel, pada 15 Januari 2025, setelah mendengar kabar mengenai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. (F. Xinhua/JINI/Gideon Markowicz)
Kerabat dan pendukung sandera yang ditawan di Jalur Gaza saling berpelukan di Tel Aviv, Israel, pada 15 Januari 2025, setelah mendengar kabar mengenai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. (F. Xinhua/JINI/Gideon Markowicz)
Seorang wanita meletakkan lilin di sebuah lapangan di Tel Aviv, Israel, pada 15 Januari 2025, setelah mendengar kabar mengenai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. (F. Xinhua/Chen Junqing)
Foto yang diabadikan di sebuah lapangan di Tel Aviv, Israel, pada 15 Januari 2025 ini menunjukkan poster para sandera yang ditawan di Jalur Gaza. (F. Xinhua/Chen Junqing)
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani berbicara dalam konferensi pers di Doha, Qatar, pada 15 Januari 2025. Israel dan Hamas telah mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza setelah melewati upaya mediasi intensif oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat (AS), demikian diumumkan PM Qatar itu pada Rabu (15/1/2025). (F. Xinhua)