HAIKOU (Kepri.co.id – Xinhua) – Satu batch biji kopi mentah yang diimpor dari Indonesia tiba di Pelabuhan Perdagangan Bebas (Free Trade Port/ FTP) Hainan di China selatan baru-baru ini dan siap diolah secara lokal sebelum dijual ke pasar domestik maupun luar negeri. Ini menjadi capaian terbaru Provinsi Hainan dalam memanfaatkan kebijakannya sebagai FTP untuk menggenjot perdagangan dan industri kopinya.
Menurut data bea cukai Hainan, provinsi berbentuk pulau itu pada 2025 mengimpor total 9.110,6 Ton biji kopi dan produk olahan yang nilainya mencapai 480 juta Yuan (1 Yuan = Rp2.423), masing-masing meningkat 5,6 dan 8,3 kali lipat secara tahunan (year on year/ yoy), dengan Indonesia, Brasil, Vietnam, Kolumbia serta beberapa negara mitra lainnya tercatat sebagai sumber impor utama.

Sementara itu, nilai ekspor biji kopi dan produk olahan pada tahun yang sama mencapai 169,5 Ton yang nilainya mencapai 12,64 juta Yuan, masing-masing naik 51,9 persen dan 49,6 persen (yoy).
Menurut pejabat dari bea cukai Hainan, penerapan kebijakan FTP Hainan baru-baru ini akan memberikan fasilitas pembebasan bea masuk untuk nilai tambah dalam pengolahan dan penerapan tarif nol demi menggenjot pembangunan industri kopi.
Bagi perusahaan industri, pembebasan bea masuk, pajak penambahan nilai dan konsumsi dalam tahap impor menurunkan biaya pengadaan bahan mentah. Setelah penambahan nilai dalam pengolahan, produk kopi menikmati preferensi bea saat dijual ke provinsi dan daerah lainnya di seluruh China. Keuntungan tersebut menjadikan Hainan sangat menarik bagi pelaku industri.
Selain itu, bea cukai lokal terus menyempurnakan layanan dan inspeksi untuk produk kopi, termasuk loket “satu atap” yang dikhususkan untuk produk kopi sehingga dapat menjamin proses pemeriksaan dengan efisiensi tinggi. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Merasakan Sensasi Minum Kopi di Tepi Tebing di Zhangjiajie, China







