Tingkatkan Layanan RSUD RAT, Jalin Kerja Sama dengan RSUP Dr Sardjito

RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) Provinsi Kepri. (F. dok humas pemprov kepri)

YOGYAKARTA (Kepri.co.id) – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad berupaya layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT) Provinsi Kepri lebih meningkat dari biasanya.

Terobosan yang dilakukan Gubernur Ansar, menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito Yogyakarta dalam hal manajemen pelayanan rumah sakit.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad atas nama Pemprov Kepri bersama Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, Eniarti, menandatangani kesepakatan bersama tersebut di Gedung Administrasi Utama RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Rabu (15/11/2023).

Kesepakatan bersama ini memiliki ruang lingkup peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), pemanfaatan sistem manajemen teknologi informasi rumah sakit (RS), dan rujukan pelayanan kesehatan.

Sebagai informasi, RSUP Dr Sardjito Yogyakarta merupakan unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Kesehatan RI, yang menerapkan pola pengelolaan Keuangan – Badan Layanan Umum (PPK-BLU), berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan.

Dalam salah satu lingkup kerja sama, kedua pihak akan melakukan akselerasi penyediaan aplikasi melalui joint development aplikasi sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) antara RSUD RAT dengan RSUP Dr Saradjito Yogyakarta.

Menurut Gubernur Ansar, hal ini agar Aplikasi SIMRS yang saat ini digunakan RSUD RAT dapat lebih maju dan terkini, serta dimanfaatkan secara efektif dan efisien.

RSUD Raja Ahmad Tabib telah memiliki aplikasi SIMRS yang dibangun sejak tahun 2012 berbasis desktop (aplikasi offline), dengan jumlah tenaga teknologi informasi (IT) enam orang.

“Dalam penerapannya dihadapkan dengan berbagai tantangan. Seperti terbatasnya jumlah tenaga teknologi informasi, kemampuan pengetahuan, belum terpenuhi standar sarana prasarana serta mendesaknya penerapan elektronik rekam medis (ERM). Hal-hal tersebut, yang perlu ditindaklanjuti dengan kesepakatan bersama ini,” ungkapnya.

Gubernur Ansar menambahkan, di era revolusi industri 4.0 yang ditandai perkembangan luar biasa di bidang teknologi internet, rumah sakit yang menerapkan Pola Pengelolan Keuangan Badan layanan Umum Daerah (PPK BLUD), dituntut meningkatkan kinerja pelayanan agar memiliki daya saing, dengan tidak mengurangi fungsi sosial yang diembannya.

“Oleh sebab itu, rumah sakit harus merumuskan kebijakan-kebijakan yang strategis. Seperti efisiensi internal (organisasi, manajemen, dan SDM), serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat agar dapat menjadi organisasi yang responsif, inovatif, efektif, efisien, dan menguntungkan,” imbuh Gubernur Ansar.

Ia mengatakan, banyaknya variabel di rumah sakit turut menentukan kecepatan arus informasi yang dibutuhkan oleh pengguna dan Masyarakat di lingkungan rumah sakit. Salah satunya pengelolaan data.

“Untuk mendukung hal tersebut, dibutuhkan sebuah SIMRS berbasis komputerisasi yang memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses bisnis layanan kesehatan dalam bentuk jaringan koordinasi, pelaporan, dan prosedur administrasi untuk memperoleh informasi secara cepat, tepat, dan akurat,” tutupnya.

Hadir mendampingi Gubernur Ansar pada kunjungan ini, Tim Percepatan Pembangunan Pemprov Kepri Safaruddin Aluan dan Hasanudin Muda, Direktur RSUD RAT H A Yusmanedi beserta jajaran, dan Kepala Biro Adpim Dody Sepka Noviandy.

Sementara itu, jajaran RSUP Dr Sardjito yang mendampingi Dirut Eniarti di antaranya Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang Sri Mulatsih.

Kemudian Direktur Keuangan dan BMN Linda Permatasari, Direktur Layanan Operasional Riat El Khair, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Strategi Layanan Khadirin, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian Nusati Ikawahju, para kepala tim kerja, dan sub tim kerja. (hen)