Kompolnas Turun ke Batam Melihat Langsung Kondisi Batam

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi (kanan) menerima kunjungan Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Irjen (Purn) Benny Mamoto beserta rombongan di Marketing Center BP Batam, Kamis (14/9/2023). (F. dok humas bp batam)

BATAM (Kepri.co.id) – Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Irjen (Purn) Benny Mamoto beserta rombongan turun ke Batam, ingin mengetahui langsung kondisi Batam pasca demonstrasi di Kantor BP Batam berakhir ricuh pada Senin (11/9/2023) lalu.

Kompolnas dan rombongan juga berkunjung ke BP Batam, yang diterima langsung Ketua BP Batam, Muhammad Rudi di Marketing Center BP Batam, Kamis (14/9/2023).

“Kami hadir ini, untuk melihat kondisi Batam pasca aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh pada Senin kemarin,” ujarnya.

BACA JUGA:   Investasi Tumbuh 18 Persen, Ekonomi Batam Bangkit

“Mungkin Pak Kepala BP Batam bisa jelaskan kronologisnya, sekaligus memberikan informasi detail mengenai pengembangan Pulau Rempang ini kepada kami,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Purnawirawan Jenderal Polisi Bintang Dua ini berharap, Pemerintah Pusat melalui BP Batam dapat segera menemukan solusi terbaik dalam pengembangan salah satu Program Strategis Nasional 2023 ini.

“Semoga ke depan segera didapatkan solusi terbaik demi kelancaran proyek pengembangan Rempang Eco-City ini,” harap Irjen (Purn) Benny Mamoto.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari rombongan Kompolnas yang dipimpin oleh Irjen (Purn) Benny Mamoto selaku Ketua Harian Kompolnas.

BACA JUGA:   Rudi-Aunur Teken Kerja Sama Sinergi Batam dan Karimun

“Selamat datang di Batam Pak Irjen (Purn) Benny Mamoto beserta rombongan. Terima kasih sudah berkunjung ke BP Batam,” kata Rudi.

Selanjutnya, Rudi menjelaskan kronologis beberapa kejadian terkait pengembangan Rempang Eco-City, yang telah terjadi beberapa waktu ini.

Rudi mengatakan, pihaknya sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat di Kota Batam, akan berupaya semaksimal mungkin memenuhi seluruh poin yang menjadi hak masyarakat Pulau Rempang yang terdampak proyek ini, sehingga harus direlokasi.

BACA JUGA:   BP Batam Aktifkan BLINK, Jemput Bola Layanan Pengurusan Izin Lahan Keliling

“Seperti pemberian rumah tipe 45 senilai Rp120 juta per Kepala Keluarga (KK) di tanah seluas maksimal 500 m2 hingga legalitas tanah dan rumah itu sendiri,” terang Rudi dihadapan rombongan Kompolnas yang hadir.

Rudi berharap melalui relokasi ini, kesejahteraan masyarakat Pulau Rempang juga dapat meningkat.

Turut hadir mendampingi Kepala BP Batam dalam pertemuan ini, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidijo Koentjoro serta Anggota Bidang Pengusahaan, Wan Darussalam. (rud)