UAS Resmikan Rumah Tahfidz Nurul Istighfar Batam, Milik Sahabatnya Ramon Damora

  • Bagikan
Tausiyah Ustadz Abdul Somad (UAS) pada peresmian Rumah Tahfidz Nurul Istighfar di Kompleks Ruko Townhouse Central Laguna Hills, Tembesi, Batam, Kamis (15/9/2022). (F. istimewa)

BATAM (Kepri.co.id) – Ustadz Abdul Somad (UAS) meresmikan Rumah Tahfidz Nurul Istighfar di Kompleks Ruko Townhouse Central Laguna Hills, Blok A2-01, Tembesi, Batam, Kamis (15/9/2022) siang.

Peresmian ditandai penandatanganan prasasti dan doa dipimpin UAS. UAS berharap Rumah Tahfidz Nurul Istighfar dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak.

“Alhamdulillah dengan adanya rumah tahfidz, ini bisa menjadi tempat berkumpul, mengaji, dan menimba pahala,” ujar UAS, yang diamini ratusan undangan yang hadir.

UAS menandatangani prasasti menandai peresmian Rumah Tahfidz Nurul Istighfar di Kompleks Ruko Townhouse Central Laguna Hills, Blok A2-01, Tembesi, Batam, Kamis (15/9/2022) siang. (F. istimewa)

Di awal sambutan, UAS memuji pendiri Rumah Tahfidz Nurul Istighfar, Ramon Damora, yang menurut UAS merupakan sahabatnya sejak kuliah di Pekanbaru, Riau.

Ramon, kata UAS, telah mengambil langkah tepat mendirikan rumah tahfidz di tengah-tengah kesibukan bekerja sehari-hari.

Menurut UAS, mencari nafkah di dunia tetap harus dijalankan, namun tidak lupa menyisihkan sebagian rezeki untuk tabungan di akhirat. Salah satunya, mendirikan rumah tahfidz.

Untuk mendirikan rumah tahfidz, lanjut UAS, bukan perkara mudah. Selain butuh modal, juga perlu niat dan keikhlasan besar.

“Selama ini saya ceramah, jangan mati sebelum buat rumah Quran. Silakan cari duit banyak-banyak, pergi pagi pulang petang, hasilnya buat rumah Quran. Tapi, beda dengan Ustadz Ramon, beliau langsung aksi. Beliau tak mau ngomong saja, semua harus jadi,” puji UAS.

UAS melihat Rumah Tahfidz Nurul Istighfar memiliki tempat strategis. Berada di sebuah kompleks ruko dan berada paling depan, sehingga bisa langsung dilihat orang banyak.

UAS berharap, Rumah Tahfidz Nurul Istighfar ke depan terus berkembang. Tak hanya dari segi tempat, tapi juga level pendidikan. Dia pun akan memberikan dukungan penuh ke depan.

“Jika hari ini saya meresmikan rumah tahfidz ini, besok Insya Allah berkembang, ada formal dan informalnya. Formalnya ada TK, SD, SMA, dan selanjutnya. Karena perkembangan zaman, formal ini sangat dibutuhkan anak-anak kita, jadi harus dibikin payung hukumnya, berupa yayasan. Besok kalau ada peresmian lagi, saya akan datang, Insya Allah,” kata UAS.

“Jadi ini benar-benar harus dikelola dengan baik,” pesannya.

Dikatakan UAS, menjadi hafidz dan hafidzah memang harus dididik dari anak-anak. Apalagi, dimulai dari usia emas. Di usia emas, anak-anak cepat menangkap apapun dengan hanya melalui pendengaran.

Sehingga, jangan heran saat ini banyak anak-anak di bawah lima tahun sudah banyak hafal juz amma, meski belum bisa baca Alquran.

“Mudah-mudahan dari Rumah Tahfizh Nurul Istighfar, ini lahir generasi-generasi emas hapal Alquran,” harap UAS.

Sementara, Pendiri Rumah Tahfidz Nurul Istighfar, Ramon Damora, mengaku bersyukur berhasil mendirikan rumah tahfidz tersebut.

Ia mengatakan, munculnya ide dan niat mendirikan rumah tahfidz tersebut, dari melihat kedua putranya yang saat ini lagi mondok di Pondok Tahfidz Darul Mulia, Bogor, Jawa Barat.

Dia dan istrinya juga harus memiliki semangat yang sama, dengan kedua anak mereka yang telah mengorbankan waktu belajar menghapal Quran.

“Kalau anak-anak mengorbankan waktu, kita harus berkorban yang lain. Kalau menghapal Quran sudah tak mungkin, umur sudah tua. Jadi, kami bersepakat korbankan pikiran dan energi membuat rumah tahfidz ini,” kata Ramon.

Dengan niat tersebut, dia pun mengajak sahabat-sahabat lainnya: Ustadz Hendri Anak Rahman, Rizal Saputra, Novianto, dan lainnya berjuang bersama-sama, sehingga terwujud impian mereka.

“Setelah itu kami meminta restu UAS, dan beliau sendiri yang kemudian memberikan nama, Nurul Istighfar, yang artinya cahaya pengampunan,” ungkap Ramon.

Seperti yang dipesankan UAS, kata Ramon, mudah-mudahan rumah tahfidz ini terus berkembang ke depan.

“Kalau ada niat, ada tekad, serahkan hati kita. Fokus dan biarkan kasih sayang Allah bekerja. Satu setengah tahun lalu (niat), alhamdulillah jalannya dimudahkan Allah SWT. Mulai dari tempat, pengurusan, hingga hari ini diresmikan, alhamdulillah,” kata Ramon. (hen)

  • Bagikan