Jurnalis Antara di Beijing Ungkap Harapan Ruang Kerja Sama RI-China yang Lebih Luas di Tahun Kuda

Jurnalis Antara di Beijing Ungkap Harapan Ruang Kerja Sama RI-China yang Lebih Luas di Tahun Kuda
Foto yang diabadikan pada 14 April 2025 ini, menunjukkan Desca Lidya Natalia, jurnalis Kantor Berita Antara yang bertugas di Beijing, sedang mengajukan pertanyaan dalam jumpa pers Kementerian Luar Negeri China di Beijing, ibu kota China. (F. Xinhua)

BEIJING (Kepri.co.id – Xinhua) – Desca Lidya Natalia, jurnalis Kantor Berita Antara yang bertugas di Beijing, baru-baru ini menerima wawancara dari Xinhua, yang dalam kesempatan itu dia menceritakan memori dan pengalaman kerjanya selama di China, serta kesan pribadinya terhadap China dan harapan menjelang Tahun Baru Kuda.

Sejak tiba di China pada 16 Agustus 2023, Desca sudah mengunjungi 26 daerah setingkat provinsi di seantero China untuk meliput berbagai berita maupun sekadar berwisata.

“Banyak sekali hal yang sangat mengesankan. Yang paling tak terlupakan bagi saya adalah kunjungan ke Lhasa, ibu kota Daerah Otonom Xizang di China barat daya, karena nuansa religius agama Buddha aliran Tibet yang cukup unik dan mendalam di sana,” kenang Desca.

Menurut dia, biara-biara Buddha Tibet yang terletak di ketinggian lebih dari 4.000 Meter di Xizang menjadi pemandangan yang spesial dan mengesankan.

Perihal kesan terhadap masyarakat China, Desca menuturkan, dirinya menganggap rakyat China memiliki sikap yang ramah, bersahabat, dan inklusif.

“Walaupun China luar biasa luas dan memiliki keberagaman yang menonjol dari segi daerah, etnis, budaya, dan kebiasaan, kita bisa melihat ada upaya yang terkoordinasi dan gigih untuk mengejar kesejahteraan dan kemakmuran bersama di seluruh China,” tutur Desca.

Mengenai lapangan pekerjaan, Desca menilai, China memiliki keahlian teknologi, kebudayaan yang mendalam, dan peran politik yang signifikan dalam urusan regional maupun internasional. Selain itu, hubungan Republik Indonesia (RI) dan China juga mencatat kemajuan besar dalam beberapa tahun terakhir, sehingga sebagai jurnalis, dia pun sibuk membuat berbagai berita yang mencakup berbagai aspek di China.

“Menjadi jurnalis media pemerintah Indonesia di China, berarti punya mandat untuk mendorong hubungan baik antarmasyarakat kedua negara, khususnya melalui produk jurnalistik saya, dan saya harus memberitakan hal-hal yang dapat dipahami oleh masyarakat kedua bangsa sehingga pembaca mendapatkan sudut pandang yang jelas dan jernih untuk memahami kejadian maupun posisi pandangan dari kedua negara.”

Menjelang Tahun Baru Kuda, jurnalis kantor berita nasional RI itu pun membagikan harapannya. “Semoga saya dapat berkarya lebih baik dan membantu masyarakat kedua negara lebih mengenal satu sama lain,” kata Desca.

“Yang terpenting adalah adanya ruang kerja sama yang lebih luas untuk Indonesia dan China,” imbuhnya. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

Dua Mahasiswa Indonesia Jajal Perjalanan Kereta Cepat Saat Puncak Arus Perjalanan Festival Musim Semi di China

Menilik Keharmonisan Etnis dan Budaya antara Tionghoa dan Dayak di Kalimantan

Menilik Kerja Sama Antara Guangxi dan Jawa Barat