Menkeu RI: Kebijakan AS Picu Ketidakpastian Ekonomi Global, Berimbas pada Nilai Tukar Rupiah

Menkeu RI: Kebijakan AS Picu Ketidakpastian Ekonomi Global, Berimbas pada Nilai Tukar Rupiah
Para pencari kerja terlihat dalam acara Jakarta Job Fair di Jakarta, pada 13 Maret 2025. (F. Xinhua/Veri Sanovri)

JAKARTA (Kepri.co.id – Xinhua)Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia (RI), Sri Mulyani Indrawati pada Kamis (13/3/2025) mengatakan, pergeseran dinamika ekonomi global di bawah pemerintahan Amerika Serikat (AS) saat ini, telah menyebabkan meningkatnya ketidakpastian, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.

“Tatanan dunia yang selama 50 tahun terakhir didasarkan pada aturan multilateral, kini diabaikan,” tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta.

Sri Mulyani menekankan, sejak pemerintahan baru AS berkuasa, kebijakan unilateral dari perekonomian terbesar di dunia tersebut semakin dominan, mengubah peraturan interaksi internasional.

Baca Juga: ADB Perkirakan Ekonomi Indonesia akan Tumbuh 5 Persen Tahun 2024 dan 2025

Lingkungan global yang tidak menguntungkan ini, mempersulit pemerintah di seluruh dunia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, imbuhnya.

Bagi Indonesia, pertumbuhan ekonomi 2025 diproyeksikan mencapai 5,02 persen, menyusul ekspansi 5,03 persen pada 2024.

“Saya harus menekankan bahwa mempertahankan pertumbuhan di atas 5 persen bukanlah hal yang mudah bagi negara mana pun, terutama di tengah gangguan global yang luar biasa,” katanya.

 

Menkeu RI: Kebijakan AS Picu Ketidakpastian Ekonomi Global, Berimbas pada Nilai Tukar Rupiah
Kendaraan mengular di tengah kemacetan lalu lintas di Jakarta pada 5 Juli 2022. (F. Xinhua/Zulkarnain)

Sri Mulyani menyebut, ketidakpastian global juga membebani Rupiah dan imbal hasil obligasi pemerintah.

Baca Juga: Kemenko Perekonomian Jadikan KPBPB Batam Sebagai Model KPBPB Lainnya di Indonesia

Hingga Senin (10/3/2025), nilai tukar Rupiah melemah menjadi 16.340 per Dolar AS, dengan rata-rata nilai tukar rupiah sepanjang tahun ini (year to date/ ytd) berada di angka 16.309 per Dolar AS.

Pada akhir 2024, nilai tukar Rupiah berada di level 16.162 per Dolar AS, dengan rata-rata tahunan sebesar 15.847 per Dolar AS.

Baca Juga: Proyek Strategis Nasional Rempang Eco-City Mesin Ekonomi Baru Indonesia

Sejak Januari 2025, dan khususnya sejak pemerintahan baru AS dilantik, banyak kebijakan eksekutif AS yang terus menimbulkan gejolak, tuturnya.

Gejolak ini dirasakan di seluruh dunia, dan hal ini tercermin dalam nilai tukar Rupiah.

Baca Juga: Menko Perekonomian Lantik Tujuh Anggota/ Deputi BP Batam, Arlangga: Jadikan Batam Tujuan Investasi Terkemuka

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berfluktuasi karena perkembangan global, mencapai 6,88 persen hingga Senin (17/3/2025), dengan rata-rata secara ytd sebesar 6,98 persen. (hen/ xinhua-news.com)