Tim Patriot UI Dampingi UMKM Rempang Urus Legalitas, Kembangkan Ekowisata dan Perikanan

Tim Patriot UI Dampingi UMKM Rempang Urus Legalitas, Kembangkan Ekowisata dan Perikanan
Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara (tengah) menerima produk UMKM binaan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI) dalam Festival Transmigrasi 2026 di Tanjung Banon, Rempang Eco City, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Sabtu (10/10/2026). (Sumber: TEP UI)

BATAM, Kepri.co.id — Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan ekowisata mangrove, hingga pemberdayaan sektor perikanan menjadi bagian dari pendampingan masyarakat Kawasan Transmigrasi Barelang yang dilakukan Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (TEP UI).

Perkembangan program tersebut, diperkenalkan melalui stan TEP UI dalam Festival Transmigrasi 2026 di Tanjung Banon, Rempang Eco City, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Sabtu (10/10/2026).

Dalam kegiatan itu, TEP UI memaparkan hasil sementara riset dan pendampingan masyarakat yang berfokus pada tiga sektor utama, yakni UMKM, pariwisata, dan perikanan. Tim juga memperkenalkan situs web Rempang Eco City, serta hasil awal survei aspirasi masyarakat.

Stan tersebut menjadi ruang interaksi bagi warga, pelajar dari sejumlah sekolah menengah di Batam, dan pengunjung festival untuk mengenal berbagai program pendampingan yang tengah berjalan.

Bantu UMKM Perkuat Legalitas dan Pemasaran

Pada sektor UMKM, TEP UI menyusun tahapan pendampingan mulai dari identifikasi usaha, penguatan legalitas, pengembangan identitas produk, hingga pemasaran digital.

Sejumlah pelaku usaha telah dipilih untuk mengikuti program pendampingan, termasuk fasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB). Pendampingan lanjutan, disiapkan membantu pelaku usaha memenuhi persyaratan legalitas produk sesuai kebutuhan masing-masing.

Selain aspek legalitas, tim melakukan kurasi terhadap UMKM potensial mendapatkan pendampingan lebih lanjut, terutama dalam pengembangan logo, identitas merek, dan kemasan produk.

Penguatan pemasaran digital turut menjadi perhatian. Pelaku UMKM didorong memanfaatkan Instagram, TikTok, dan situs web UMKM Rempang, sebagai sarana promosi dan penyebaran informasi produk.

Langkah ini diharapkan, dapat memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan daya saing produk lokal, serta membuka peluang usaha yang lebih besar bagi masyarakat.

Mangrove dan Wisata Pesisir Jadi Potensi Ekonomi

Di sektor pariwisata, TEP UI memperkenalkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lemak Manis, dibentuk pada 25 Juli 2026 sebagai wadah penggerak pengembangan pariwisata di Sembulang.

Sejumlah potensi yang dikembangkan meliputi wisata memancing, susur sungai, dan ekowisata mangrove.

Pengembangan potensi tersebut. tidak hanya diarahkan menarik pengunjung, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat dalam mengelola kegiatan wisata secara berkelanjutan.

Untuk itu, pendampingan mencakup penguatan kelembagaan, pemetaan potensi lokal, pengembangan produk wisata, serta pengelolaan yang melibatkan masyarakat dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Melalui pendekatan tersebut, potensi alam pesisir diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga setempat.

Perikanan Didorong Naik Kelas

Sektor perikanan juga menjadi salah satu fokus pendampingan TEP UI. Programnya diarahkan pada penguatan komoditas unggulan, peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan ekonomi melalui Koperasi Transmigrasi, serta pengembangan model bisnis kawasan.

Pendampingan meliputi pelatihan tata kelola manajerial dan literasi keuangan, pembenahan administrasi koperasi, serta penguatan transparansi dalam pengelolaan organisasi.

Selain itu, tim mendorong hilirisasi produk perikanan dan penguatan rantai pemasaran hasil tangkapan.

Upaya tersebut, diharapkan membantu masyarakat memperoleh nilai tambah dari hasil perikanan, memperluas akses pasar, serta membangun kegiatan ekonomi yang lebih terorganisasi.

Survei Libatkan 172 Responden

Selain pendampingan ekonomi, TEP UI memaparkan hasil awal survei aspirasi masyarakat Rempang Eco City, untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi sosial-ekonomi, dan persepsi warga terhadap pengembangan kawasan.

Berdasarkan materi diseminasi yang dipamerkan, survei tersebut melibatkan 172 responden. Jumlah itu melampaui target awal sebanyak 155 kepala keluarga (KK), atau mencapai sekitar 111 persen dari target sampel.

Materi survei mencatat 87 persen responden menyatakan nyaman dan aman tinggal di kawasan Rempang Eco City. Sebanyak 83 persen responden percaya pengembangan kawasan akan membawa manfaat, sedangkan 64 persen menyatakan kondisi ekonomi keluarganya lebih baik.

Sementara itu, sebanyak 94 persen responden menyatakan berencana tetap tinggal di kawasan transmigrasi.

Hasil tersebut, merupakan temuan awal yang dapat menjadi bahan memahami kondisi sosial-ekonomi dan persepsi masyarakat. Angka-angka itu perlu dibaca, sesuai cakupan responden dan metode survei yang digunakan, serta tidak serta-merta mewakili pandangan seluruh masyarakat Rempang.

Pemetaan aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam merancang program pendampingan, agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi warga di lapangan.

Dikunjungi Menteri Transmigrasi dan Walikota Batam

Stan TEP UI turut mendapat kunjungan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, dan Walikota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Dr Amsakar Achmad SSos MSi.

Kunjungan tersebut, dimanfaatkan memperkenalkan perkembangan penelitian dan pendampingan masyarakat kepada para pemangku kepentingan.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot UI, Dr Vishnu Juwono, berharap, keikutsertaan tim dalam Festival Transmigrasi 2026 dapat memperluas dukungan terhadap program pendampingan yang dijalankan di Rempang Eco City.

”Harapannya, melalui Festival Transmigrasi ini, berbagai program pendampingan di Rempang Eco City semakin didukung berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai kemandirian warga,” ujar Vishnu.

Ke depan, TEP UI berencana memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, terutama institusi pemerintah, BP Batam, dan sektor swasta, untuk mendukung peningkatan serta percepatan program pendampingan.

Kolaborasi tersebut, diharapkan dapat memperkuat pengembangan potensi lokal, meningkatkan kapasitas masyarakat, dan memperluas manfaat program bagi warga Kawasan Transmigrasi Barelang.

Melalui riset dan pendampingan di lapangan, TEP UI berupaya menghubungkan hasil kajian akademik dengan kebutuhan masyarakat. Penguatan UMKM, pengembangan wisata berbasis mangrove, pemberdayaan perikanan, dan pemetaan aspirasi warga menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi lokal serta memperkuat kemandirian masyarakat Rempang. (amr)

BERITA TERKAIT:

Perkuat Koperasi dan Usaha Warga, Ekspedisi Patriot UI Hadirkan Pelatihan di Rempang

Ekspedisi Patriot UI Petakan Tiga Kekuatan Ekonomi Barelang: Perikanan, Wisata, dan UMKM

Ekspedisi Patriot UI Turun ke Barelang, Dukung Pengembangan Kawasan Transmigrasi