BATAM (Kepri.co.id) – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus menggesa kontraktor pengerjaan rumah baru, untuk warga yang terdampak pembangunan proyek strategis nasional (PSN) Rempang Eco-City.
Berdasarkan tinjauan tim di Tanjung Banon, pengerjaan bangunan yang memiliki tipe 45 dengan luas tanah 500 meter persegi itu pun hingga saat ini masih terus berlangsung.
Baca Juga: 133 SHM Rumah Baru Warga Terdampak Pembangunan Rempang Eco-City Sudah Terbit
“Alhamdulillah, pengerjaan beberapa unit rumah sudah selesai. Sebagian lainnya ada yang masih dalam tahap penyelesaian dan proses pematangan lahan,” ujar Kepala Bagian (Kabag) Humas BP Batam, Sazani saat meninjau lokasi, Kamis (12/9/2024).
Sazani mengatakan, pihaknya pun berkomitmen menuntaskan pembangunan 350 unit rumah baru warga Rempang selesai tahun 2024.
Hal tersebut tidak terlepas dari tanggung jawab BP Batam, dalam mendukung realisasi Rempang Eco-City sebagai proyek strategis nasional (PSN).
Baca Juga: Tahap Awal, 3 KK Warga Rempang Dipindahkan ke Rumah Baru di Tanjung Banon
“Arahan Presiden, BP Batam memiliki tugas menyediakan rumah baru bagi dan menyelesaikan hak-hak warga terdampak pengembangan Rempang Eco-City. Alhamdulillah, keduanya berjalan sebagaimana mestinya. Semoga tidak ada kendala berarti dalam prosesnya ke depan,” tambah Sazani.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, agar tidak terprovokasi kabar yang berhembus terkait rencana investasi di Rempang Eco-City yang ke depan diharapkan bisa menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru Indonesia dan menggerakkan roda ekonomi Batam.
Baca Juga: BP Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Rempang Eco-City
Di samping itu, Sazani mengingatkan seluruh komponen daerah, agar dapat mendukung pengembangan Rempang sebagai proyek strategis sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) Bidang Perekonomian RI Nomor 6 Tahun 2024 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional.
“Sesuai arahan Kepala BP Batam, Bapak Muhammad Rudi, kami juga selalu mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyelesaikan investasi di Rempang Eco-City ini berjalan lancar dan kondusif,” pungkas Sazani. (amr)







