Pejabat Tinggi ASEAN Kunjungi Sanya, Bahas Restorasi Ekosistem Terumbu Karang

Pejabat Tinggi ASEAN Kunjungi Sanya
Program Pelatihan Pejabat Tinggi ASEAN tentang Pengembangan Ekonomi Biru dan Perlindungan Lingkungan mengunjungi Institut Ekologi Terumbu Karang Sanya untuk melakukan kegiatan studi dan pertukaran pengetahuan di Sanya, Provinsi Hainan, China selatan, pada 9 Juli 2025. (F. Xinhua/Yang Guanyu)

HAIKOU (Kepri.co.id – Xinhua) – Lebih dari 30 peserta dari program pelatihan kerja sama luar negeri bertajuk “Pelatihan Pejabat Tinggi ASEAN tentang Pengembangan Ekonomi Biru dan Perlindungan Lingkungan”, yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan China, pada Rabu (9/7/2025), mengunjungi Institut Ekologi Terumbu Karang Sanya yang berada di Sanya, Provinsi Hainan, China selatan, untuk mengikuti sesi khusus tentang teknologi restorasi ekosistem terumbu karang.

Institut Ekologi Terumbu Karang Sanya, merupakan lembaga profesional di bidang konservasi terumbu karang di China. Institut tersebut mengembangkan sistem manajemen komprehensif “pemantauan-restorasi-evaluasi”, serta teknologi inti seperti optimalisasi struktur terumbu buatan dan pembibitan spesies yang adaptif, guna memberikan solusi efektif terhadap tantangan global seperti pemutihan terumbu karang.

Program Pelatihan Pejabat Tinggi ASEAN tentang Pengembangan Ekonomi Biru dan Perlindungan Lingkungan mengunjungi Institut Ekologi Terumbu Karang Sanya untuk melakukan kegiatan studi dan pertukaran pengetahuan di Sanya, Provinsi Hainan, China selatan, pada 9 Juli 2025. (F. Xinhua/Yang Guanyu)

Dalam kunjungan itu, institut tersebut secara sistematis memperkenalkan teknologi inovatif dan pengalaman praktis mereka terkait restorasi terumbu karang kepada para peserta pelatihan. Mereka juga memaparkan berbagai pencapaian penting, termasuk sejumlah teknologi yang telah dipatenkan secara nasional dan penghargaan ilmiah tingkat provinsi. Fasilitas laboratorium canggih dan konsep restorasi yang inovatif memberikan kesan langsung kepada para peserta tentang kekuatan teknologi China dalam perlindungan ekologi laut.

Para peserta pelatihan juga berdiskusi secara mendalam dengan para ahli dari China, mengenai isu-isu profesional seperti evaluasi manfaat jangka panjang restorasi terumbu dan standardisasi teknologi.

Pelatihan ini berlangsung selama 21 hari dan diikuti 30 peserta dari berbagai lembaga terkait ekonomi biru dan perlindungan lingkungan dari negara-negara seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Program ini bertujuan, mendorong kerja sama ekonomi biru antara China dan ASEAN serta mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan tersebut. (hen/ xinhua-news.com)

BERITA TERKAIT:

PM China Tiba di Malaysia Hadiri KTT ASEAN-GCC-China

Kota Cyberpunk Chongqing di China Jadi Destinasi Utama Wisatawan ASEAN

Sekjen ASEAN: ASEAN Berupaya Jalin Hubungan Lebih Erat dengan China, Junjung Tinggi Multilateralisme

Media dan Wadah Pemikir China-ASEAN Disebut Harus Rangkul AI dan Atasi Tantangan

Pejabat Malaysia Sebut Kemitraan China-ASEAN Sangat Penting bagi Kemakmuran Regional

KTT ASEAN Dimulai di Laos, Prioritaskan Penguatan Kerja Sama di Bawah Prinsip “ASEAN Way”