BEIJING (Kepri.co.id – Xinhua) – Penelitian baru mengungkapkan bahwa “kulit hidup” tipis yang melapisi permukaan Tembok Besar China berfungsi sebagai lapisan pelindung alami yang kuat.
Studi tersebut, yang diterbitkan pada pekan ini di jurnal Current Biology, menunjukkan bahwa komunitas mikroba ini, yang dikenal sebagai biocrust dan yang menyelimuti sebagian besar monumen kuno ini, tidak hanya memperkaya keanekaragaman hayati di Tembok Besar, tetapi juga secara efektif menahan kerusakan, memainkan peran kunci dalam pelestarian jangka panjang.
Tim ilmuwan dari Universitas Pertanian China, menganalisis enam lokasi pengambilan sampel di sepanjang 600 Kilometer Tembok Besar, yang melintasi daerah beriklim gersang dan semigersang. Mereka membandingkan mikrobioma permukaannya, yang terdiri dari agregat kompleks cyanobacteria, ganggang, lumut, dan alga, dengan dinding tanah gundul yang berdekatan.
Hasil penelitian menunjukkan, seksi yang dilapisi kerak biologis ini mendukung komunitas bakteri dan jamur dengan kelimpahan, keragaman, dan kompleksitas jaringan yang lebih besar 12 hingga 62 persen.
Mosaik kerak tanah biologis tersebut, memperkaya gen fungsional yang tahan terhadap tekanan sebesar 4 hingga 15 persen, sekaligus mengurangi prevalensi jalur metabolisme yang berkaitan dengan kerusakan warisan budaya, menurut studi itu.
Penemuan tersebut, menjadi “sebuah langkah penting untuk memahami mikrobioma Tembok Besar, yang berkontribusi dalam melestarikan monumen (buatan) manusia yang tak tertandingi ini untuk generasi mendatang,” ujar para peneliti tersebut. (hen/ xinhua-news.com)
BERITA TERKAIT:
Desa Shixia di China Manfaatkan Sumber Daya Tembok Besar untuk Kembangkan Pariwisata
Anak-Anak Indonesia Suguhkan Kebudayaan Tanah Air dengan Pertunjukan Memukau di Tianjin
Ledakan Pariwisata Ciptakan Momentum Abadi bagi Perekonomian China
Tak hanya Panda, Pesona Budaya China Pikat Pengunjung Istana Panda di Taman Safari Indonesia
Museum Makam Bawah Tanah Jalur Sutra Kuno Dibuka di Uighur
Telusuri Jejak Marco Polo ke China, Petualang Wanita Asal Italia Saksikan Transformasi Jalur Sutra
Menyusuri Jejak Kejayaan Sriwijaya di Museum Bahari
Sekjen ASEAN: ASEAN Berupaya Jalin Hubungan Lebih Erat dengan China, Junjung Tinggi Multilateralisme







