BATAM (Kepri.co.id) – Profesi nelayan yang berisiko saat bekerja melaut, menjadi perhatian serius pemerintah daerah melindungi rakyatnya.
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam yang juga Walikota Batam, Muhammad Rudi menyerahkan 1.004 kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan untuk nelayan kecil yang berada di empat kecamatan di Lapangan Futsal SP Plaza, Senin (5/2/2024).
Penyerahan kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan tersebut, dilakukan secara simbolis oleh Rudi kepada 482 orang nelayan di Kecamatan Sagulung, Batuaji dan Sekupang. Sementara 552 orang nelayan dari Kecamatan Bulang, diserahkan secara simbolis di Gedung Serbaguna LAM Pulau Buluh.
Rudi mengatakan, bantuan BPJS Ketenagakerjaan ini merupakan kepedulian pemerintah daerah, terhadap masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Menurutnya, pekerjaan sebagai nelayan penuh risiko.
Hal ini membuat pemerintah harus memperhatikan keselamatan mereka. Salah satunya, pemberian perlindungan jaminan sosial berupa kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Semoga dengan adanya BPJS Ketenagakerjaan ini, nelayan kita bisa aman saat mencari nafkah. Ini juga dalam rangka menumbuhkan kesadaran, betapa pentingnya asuransi untuk masyarakat. Sehingga, kebutuhan dasar hidup layak dapat terpenuhi,” ujar Rudi.
Pada tahun 2024 ini, sebanyak 3.444 nelayan kecil di Kota Batam didaftarkan dalam program jaminan sosial dari pemerintah daerah. Jumlah itu meningkat, dibandingkan tahun 2023 lalu hanya 1.944 orang.
Setiap nelayan didaftarkan dalam dua jenis program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Iuran yang dibayarkan Pemko Batam sebesar Rp201.600 per orang setiap tahunnya.
“Dengan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, nelayan kecil bisa mendapat bantuan biaya pengobatan, apabila terjadi kecelakaan kerja. Selain itu, apabila nelayan kecil tersebut meninggal dunia, BPJS Ketenagakerjaan juga akan memberikan santunan kepada ahli waris,” katanya. (rud)







