Blinken Akui AS Kirim Senjata ke Ukraina Sebelum Konflik Dimulai

Blinken Akui AS Kirim Senjata ke Ukraina Sebelum Konflik Dimulai
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky (kiri) bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken yang sedang berkunjung di Kiev, ibu kota Ukraina, pada 6 Mei 2021. (F. Xinhua/Kantor Kepresidenan Ukraina)

WASHINGTON (Kepri.co.id – Xinhua) – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken Sabtu (4/1/2025) mengakui, AS telah “secara diam-diam mengirimkan banyak senjata ke Ukraina” lima bulan sebelum konflik terjadi.

“Kami sudah menduga itu akan terjadi,” kata Blinken dalam sebuah wawancara dengan The New York Times, seraya menyatakan, AS memastikan bahwa “Ukraina siap” mengirimkan dana miliaran Dolar AS dan senjata sejak September 2021.

Baca Juga: Militer Ukraina Konfirmasi Jatuhnya Pesawat Jet Tempur F-16

“Yang harus kami perhatikan setiap saat bukan hanya apakah kami harus memberikan ini kepada Ukraina, melainkan juga apakah mereka tahu cara menggunakannya? Bisakah mereka memeliharanya?” imbuhnya.

Ditanya apakah sudah waktunya mengakhiri konflik, Blinken mengatakan, gencatan senjata kemungkinan akan memberikan Rusia kesempatan untuk istirahat, dan setiap gencatan senjata harus memastikan Ukraina dapat “mencegah agresi lanjutan,” yang, menurutnya, dapat dicapai melalui keanggotaan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/ NATO).

Baca Juga: Zelensky Konfirmasi Sejumlah Jet Tempur F-16 Tiba di Ukraina

“Rusia telah membicarakan hal ini selama bertahun-tahun,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova pada Sabtu (4/1/2025) saat menanggapi pernyataan Blinken, seraya menyatakan, pernyataan tersebut menekankan “alasan di balik tujuan Rusia terkait demiliterisasi Ukraina.”

“Kami menyuarakan keprihatinan atas AS dan Inggris yang mengirim senjata ke Ukraina, latihan NATO yang tiada henti di Laut Hitam yang melanggar perbatasan Rusia, dan kedekatan berbahaya pesawat militer Barat dengan pesawat penumpang sipil di wilayah udara kami,” imbuhnya.

Baca Juga: Moskow Bertekad Respons Penempatan Pangkalan Pertahanan Rudal AS di Polandia

Kremlin telah berulang kali mengkritik pengiriman senjata Barat ke Ukraina, mengeklaim hal tersebut meningkatkan konflik, menghalangi upaya perdamaian, dan menyeret anggota NATO ke dalam keterlibatan langsung.

Menurut Departemen Luar Negeri AS, per Senin (6/1/2025), AS telah memberikan bantuan militer senilai 61,4 miliar Dolar AS (1 Dolar AS = Rp16.217) kepada Ukraina sejak konflik dimulai.

Baca Juga: Kremlin Sebut Tindakan Barat Akan Pengaruhi Pembaruan Doktrin Nuklir Rusia

AS telah “menyetujui” sekutu-sekutunya di NATO, mengirimkan 12.000 sistem penghancur lapis baja (anti-armor) dalam berbagai jenis, lebih dari 1.550 rudal antipesawat, radar, perangkat penglihatan malam, senapan mesin dan amunisi, serta rompi antipeluru ke Ukraina. (amr/ xinhua-news.com)